Agrofarm.co.id -Imbauan mengelola sampah secara mandiri mulai banyak digaungkan pemerintah khususnya Pemda sebagai kontribusi mengurangi beban tempat pembuangan (TPA) sampah yang rata-rata kondisinya sudah menggunung. Salah satu teknologi yang bisa mengolah sampah secara mandiri yakni incinerator yang ramah lingkungan dan murah.
Seperti diketahui incinerator adalah alat yang digunakan untuk proses pembakaran sampah, limbah, atau bahan lain yang tidak diinginkan, dengan tujuan mengurangi volume dan mengubahnya menjadi bentuk yang lebih aman dan mudah dikelola.
“Incinerator inilah yang dipakai untuk mendaur ulang sampah yang bebasa asap tidak menimbulkan, hasilnya olahan sampah bisa dijadikan produknya yang bernilai ekonomi karena bisa menjadi sumber energi terbarukan, disamping membantu mengurangi polusi, menciptakan dan mengurangi dampak lingkungan,”jelas Agus Setyoso teknlog Gasifikasi Indonesia pada Agrofarm.
**Baca Juga:Tidak Perlu Tunggu Mobil Sampah, Teknologi Gasifikasi Ubah Sampah jadi Cuan
Menurut Agus, incinerator skala kecil harganya tergolong murah, dan sangat cocok digunakan di lingkungan perumahan, mall, dan tingkat kelurahan.
Spesifikasi incinerator karya Agus Setyoso memiliki dimensi 120 x 120 dengan tinggi 2,5 meter dengan berat 200 kg, dan pemesanan bisa dikirim lewat jasa kargo.
“Tinggal menyiapkan tempat pembuangan sampah (TPS) sendiri, incinerator bisa diaplikasikan siapa saja,”jelas pria yang sedang mengerjakan proyek Hilirisasi Sampah di Kepulauan Natuna.
Bahkan, ia sudah memiliki tim khusus edukasi jika mau menggunakan incinerator dalam mengelola sampah secara mandiri.
**Baca Juga :Teknologi Gasifikasi Agus Setyoso Bikin Petani Mandiri, Hasilkan Gas Sintesis Hingga Pupuk Asap Cair
Agus mengaku sudah hampir 10 tahun ia membuat incinerator pesananan Pemda, swasta, dan keluruhaan yang ada di Pulau Jawa, Sumatera, sampai Kalimantan. “Sejauh ini incinerator karya saya tidak dipasarkan di marketplace, ia lebih senang membuatkan jika ada yang minat dan sama-sama memiliki idialisme yang sama dalam mengelola sampah secara mandiri,”imbuhnya.
Ia mengaku sudah memiliki konsep yang matang bagaimana sampah bisa mendatangkan cuan, dan ini sudah diterapkan di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. “Mari kita gaungkan pengelolaan sampah secara mandiri kepada masayarakat luas, seperti majelis-majelis, sekolah, karang taruna, dan ormas, juga adanya support Pemda sangat diperlukan untuk membuat regulasi,” tandas Agus. ir
