19.4 C
New York

Tidak Perlu Tunggu Mobil Sampah, Teknologi Gasifikasi Ubah Sampah jadi Cuan

Published:

Agrofarm.co.id – Perosalan sampah kini menjadi masalah masyarakat perkotaan. Urusan sampah tidak hanya bisa menjadi beban negara dalam hal ini Pemda. Masyarakat juga harus bisa mandiri dalam menegelola sampah. Tekonologi gasifikasi mulai banyak digunakan dalam mengelola sampah di lingkungan perumahan.  Di negara -negara maju seperti Amerika, Eropa, dan Jepang sudah memakai teknologi ini. Masyarakat di sana tidak perlu menunggu mobil sampah untuk mengangkut sampah rumah tangga.

Seperti diketahui teknologi gasifikasi merupakan solusi yang menjanjikan untuk mengatasi masalah pengelolaan sampah. Dengan mengkonversi sampah organik menjadi energi dan produk bermanfaat, teknologi ini membantu mengurangi polusi, menciptakan sumber energi terbarukan, dan mengurangi dampak lingkungan.

“Penggunaan teknologi gasifikasi ini bisa digunakan untuk skala kecil dan Industri, jadi bisa dipakai untuk mengolah sampah di lingkungan perumahan maupun pusat perbelajaan seperti mall, “ jelas Agus Setyoso, salah satu teknlog gasifikasi di Indonesia pada Agrofarm belum lama ini.

**Baca Juga : Teknologi Gasifikasi Agus Setyoso Bikin Petani Mandiri, Hasilkan Gas Sintesis Hingga Pupuk Asap Cair

Menurut Agus, teknologi ini harganya sangat murah, dan hanya membutuhkan lahan 4 x 4 meter yang dibisa diletakan di TPA lingkungan perumahan, sehingga sampah tidak perlu lagi diangkut negara.

Menurut Agus, teknologi gasifikasi ini  mampu mengurangi volume sampah  sampah hingga 80-90 persen. Selain itu juga ada output yang didapat yakni menghasilkan energi terbarukan berupa syngas atau gas sintetis yang dapat digunakan untuk menghasilkan listrik, panas, atau bahkan bahan bakar transportasi.

“Manfaat lainnya mengurangi mengurangi polusi udara karena proses gasifikasi mengurangi emisi gas rumah kaca dan polutan lainnya,” jelas pria bernama lengkap Fatkur Rohman Agus Setyoso.

Agus berharap teknologi gasifikasi untuk mengolah sampah secara mandiri mulai dimanfaatkan masyarakat perkotaan, karena negara-negara maju sudah lebih dahulu mengolah sampahnya secara mandiri.

“Sudah saatnya dimulai, agar ketergantungan untuk membuang sampah berkurang, dan mengurangi lahan untuk pembuangan sampah,” jelas pria yang sedang megarap hilirisasi sampah di kepulauan Natuna ini.

Bahkan, ia bersedia memberikan konsultasi terkait teknologi gasifikasi untuk sampah, mengingat ia sudah puluhan tahun memanfaatkan teknologi ini untuk mengolah sampah, limbah pertanian, perkebunan. “Silahan kontak saya jika mau memanfaatkan teknologi gasifikasi untuk urusan sampah,” tandasnya. (Irsa)

Related articles

Recent articles