19.4 C
New York

Teknologi Gasifikasi Agus Setyoso Bikin Petani Mandiri, Hasilkan Gas Sintesis Hingga Pupuk Asap Cair

Published:

Agrofarm.co.id – Teknologi gasifikasi karya Agus Setyoso kini mulai dilirik kolompok tani di Indonesia. Awalnya hanya diaplikasikan di Jawa, khususnya di Desa Ngunut, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo- Jawa Timur.

Teknologi gasifikasi mulai dimanfaatkan kalangan petani di Jawa, Aceh karena sejalan dengan program ketahanan pangan pemerintah. Seperti apakah teknologi yang bisa menghasilkan gas sintesis (syngas), pupuk asap cair yang dipakai para petani?

Menurut Agus Setyoso, teknologi gasifikasi yang ia kembangkan diperlukan untuk mengolah limbah pertanian khusus sekam padi yang  menghasilkan gas sintesis, pupuk asap cair, dan media tanam arang sekam padi. “Semua yang dihasilkan dari penggunaan teknologi gasifikasi ini dibutuhkan para petani, sehingga petani menjadi mandiri, mereka (petani,red) mendapatkan syngas, pupuk asap cair, dan ada output lainnya, “jelas Agus pada Agrofarm.

 

Agus Setyoso.(Foto/Dok Pribadi)

Lanjut Agus, ia sudah meriset teknologi gasifikasi sejak 9 tahun yang lalu. Dan sudah dimanfaatkan oleh kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Ponorogo Jawa Timur, dan Ponorogo menjadi role medelnya.

**Baca Juga:APKASINDO Bersama INSTIPER Inisiasi Terbentuknya UMKM Sawit Jogja Istimewa

“Di sana ada 200 hektar lahan pertanian yang sudah memanfaatkan teknologi gasifikasi saya, dan menghasilkan gas sintesis dan pupuk asap cair yang dimanfaatkan petani untuk pemupukan padi dan tanaman lainnya,” ujar pria yang berdomisili di Kendiri, Jawa Tengah ini.

Jika petani ingin memanfaatkan teknologi gasifikasi, Agus berkenan memberikan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan  pada Poktan dan Gapoktan dalam memproduksi asap cair sekam padi secara gratis.

Untuk daerah Ponorogo, dan Aceh, dalam mengaplikasikan teknologi gasifikasi, dibantu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes bisa berperan jauh, mulai dari pemasaran pupuk asap cair yang menghasilan pendapatan desa.

Produksi asap cair tersebut, kata Agus, bahannya dari pemanfaatan limbah pertanian dari hasil panen yang seringkali dibakar atau dibuang karena yang diambil gabahnya. “Jika limbah pertanian diproses via mesin dengan tekhnologi gasifikasi, tanpa mikroba maupun fermentasi menghasilkan 4 -5 liter pupuk asap cair dan bisa untuk memupuk 1400 meter lahan sawah sampai panen, “tandasnya. Ir

Related articles

Recent articles