Agrofarm.co.id – Program ketahanan pangan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ternyata disambut oleh pengusaha lokal maupun internasional. Ini bisa dilihat dari keseriusan investor Malaysia yang mau berinvestasi di lahan sawah yang sudah siap tanam di Desa Panggung Mulyo, Kacamatan Rawa Pitu, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.
“Investasi ini sedang dijajaki karena ada 1200 hektar lahan yang akan dibeli untuk ditanami padi,”jelas Ibnu yang mewakili investor Malaysia dalam proses pebebasan lahan pada Agrofarm.
Ibnu menjelaskan, pihaknya sudah memetakan lahan di Panggung Mulyo, Kacamatan Rawa Pitu terkait investasi dalam penanaman padi, dan tentunya akan melibatkan petani lokal di sana.
“Tim kami sudah meriset soal lahan sawahnya yang kesiapannya sudah mencapai 80 persen. Bahkan pupuk yang akan digunakan pun sudah diuji coba. mudah-mudahan dalam tahun ini kami sudah melakukan pembayaran lahan sawah di desa itu,”harap Ibnu.
Investor juga tidak hanya memikirkan keuntungan semata dalam proses cetak sawah tersebut, tapi ada juga upaya memberdayakan petani agar bisa sejahtrah. “Seperti pembiayaan untuk membeli pupuk, bibit dan pendampingan, mengingat lahan kami berdampingan dengan milik sebagai petani di sana. Intinya kami siap bersinergi,”imbuhnya.

Baca Juga: Dr Lukman Gunarto Kunjungi Calon Lumbung Padi di Provinsi Lampung, Ini Sarannya ke Petani
Tak hanya sekadar menggarap lahan sawah saja pihaknya, kata Ibnu kedepan juga akan membangun penggilingan gabah di desa tersebut. Dengan begitu bisa terintegrasi semua termasuk juga pembiayaan.
Ibu berharap pihaknya tidak berhenti di 1200 hektar sawah ini saja, ada planning untuk menggarap di tempat lainnya di Provinsi Lampung.
“Meskipun investasi dari luar, tapi niat untuk mencetak sawah ini segera terwujud dan petani bisa terhindar dari jeratan tengkulak,”tandasnya.
Bahkan, Ibnu mendapat dukungan pakar biologi tanah Dr Lukman Gunarto yang berkenan hadir dalam memberikan konsultasi dan pemahaman terkait kesuburan tanah, agar panen meningkat signifikan.
Diketahui, program cetak sawah di Lampung merupakan bagian dari program cetak sawah lahan padi yang dicanangkan Kementerian Pertanian (Kementan). Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kementan menargetkan terbentuknya 1 juta hektar sawah padi baru hingga 2025. Mengingat Provinsi Lampung menjadi salah satu provinsi yang akan menjalankan program cetak sawah tersebut. Kementan menargetkan terbentuknya 3 juta hektare lahan padi baru hingga 2029. Irsa
