12.6 C
New York

Indonesia Gandeng Negara Asia Pasifik Akselerasi Industri 4.0

Published:

Agrofarm.co.id-Negara-negara di Asia Pasifik semakin memberikan perhatian yang serius untuk memasuki era revolusi industri 4.0. Oleh karena itu, mereka berkomitmen untuk saling memperkuat dan melengkapi melalui pelaksanaan program regional yang strategis dengan membawa kesejahteraan ekonomi bersama.

Kami percaya bahwa transformasi terhadap industri 4.0 akan membawa kita ke model bisnis baru pada industri manufaktur yang dapat memberi daya saing dan nilai tambah yang lebih tinggi, kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai membuka Regional Conference on Industrial Development (RCID) di Bali, Kamis (8/11/2018).

Menurut Menperin, Konferensi Regional Pembangunan Industri ini bertujuan untuk berbagi mengenai kebijakan, pengalaman, teknologi, pengetahuan dan praktik terbaik terkait pengembangan sektor manufaktur dan implementasi industri 4.0. Pertemuan ini yang pertama digelar, dengan dihadiri para perwakilan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan expert, sebutnya.

Kegiatan yang diinisiasi olehKementerian PerindustriandanUnited Nation Industrial Development Organization (UNIDO)ini berlangsung pada tanggal 8-9November 2018. Konferensiinidihadiri paraperwakilan dari 12 negara di kawasan Asia Pasifik, antara lainBangladesh, Bhutan, Jepang, Kamboja, Korea Utara, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Pakistan, Timor Leste, dan Vietnam.

Salah satu programnya adalah capacity building. Misalnya, dari negara lain nanti ada yang ikut pelatihan di Indonesia, mereka melihat langsung industri yang menjadi pilot project di dalam Making Indonesia 4.0. Jadi, kita sharing pengalaman dan kebijakan Indonesia tentang penerapan industri 4.0, paparnya.

Airlangga menjelaskan, untuk mengubah menjadi negara yang kompetitif di era revolusi industri 4.0, diperlukan integrasi konektivitas, teknologi, informasi dan komunikasi.Upaya ini mampu mengarahkan proses industri yang lebih efisien dan menghasilkan produk yang lebih berkualitas.

Jadi, paradigma baru bergeser, yang memposisikan proses manufaktur sebagai hasil dari penggunaan internet yang memungkinkan terjadinya komunikasi antarmesin serta antara manusia dengan mesin secara real time, yang akan menciptakan smart products and smart services, tuturnya.

Selain itu, diyakini bahwa industri 4.0 dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor industri kecil dan menengah (IKM). Munculnya berbagai digital marketplace dan online services tidak saja menghubungkan IKM dengan pelanggan lokal, tetapi juga dengan pasar regional yang jauh lebih besar. Hal ini akan pula membawa pertumbuhan ekonomi yang inklusif, imbuhnya.

Pada kesempatanini, Menperin danDirektur Jenderal UNIDO Li Yongmelakukanpenandatanganan kerja samaamandemenCountry Program 2016-2020.Kerja sama akan diperluas untuk sektor lain, seperti terkait kegiatanpackaging berbahan singkong, karena saat inisustainabilityadalahkey issuedalam konsepcircular economy, ujar Airlangga.

Dirjen UNIDO menyampaikan, pihaknya berharap para perwakilan negara Asia Pasifik yang hadir dalam konferensi ini dapat memanfaatkan kesempatan penting ini dalam menghadapi industri 4.0. Contohnya, melalui upaya kolaborasi antara Indonesia dan UNIDO untuk menjalankan beberapa visi dan strategi baru tentang industri 4.0 dalam membangun pertumbuhan ekonomi.

Kami juga mendukung negara-negara lain untuk connect to industry 4.0. Ini forum yang penting untuk mengambil peluang dari industri 4.0. Selain itu, kami memberikan apresiasi ke Pemerintah Indonesia karena telah menjadi tuan rumah dalam event ini, ungkapnya.

Wakil Menteri Luar Negeri A.M Fachir menyampaikan, UNIDO merupakan organisasi PBB yang turut membantu negara berkembang dalam meningkatkan kapasitas sektor industri. Saat ini, UNIDO perlu terlibat dalam peningkatan kapasitas yang berbasis industri 4.0, ujarnya.

Fachir menambahkan, program kerja sama antara Indonesia dengan UNIDO juga bisa diikuti dan dinikmati oleh negara berkembang lainnya. Kami selalu kaitkan dengan SDGs, aspek pembangunan. Di samping itu kita juga punya capaian-capain lain, misalnya pengembangan IKM. Kita sudah punya empat unicorn. Ini dapat pula meningkatkan produktivitas publik, lanjutnya. irsa

Related articles

Recent articles