12.9 C
New York

Kunjungi BDI Denpasar, Menperin: Industri Animasi Berpotensi Jadi Andalan Penyerapan Tenaga Kerja

Published:

Agrofarm.co.id – Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menegaskan bahwa perkembangan industri kreatif digital, khususnya animasi, membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional. Meskipun berbasis teknologi tinggi, industri animasi dinilai memiliki karakteristik padat karya karena membutuhkan keterlibatan sumber daya manusia (SDM) dalam berbagai tahapan produksinya.

“Potensinya besar sekali sekarang, apalagi di era digital, era AI, dan animasi yang terus berkembang. Saya agak surprise, ternyata teknologi digital itu tidak semata-mata padat modal dan padat teknologi, tetapi juga padat karya. Termasuk animasi, ternyata menyerap tenaga kerja yang banyak,” kata Menperin saat melakukan kunjungan kerja ke Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar, Bali, Sabtu (24/10).

Menurut Menperin, industri animasi memiliki karakteristik tersendiri karena proses produksinya tetap membutuhkan keterampilan dan kreativitas manusia, meskipun perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) semakin pesat.

“Detail-detailnya tetap harus dikerjakan oleh manusia, khususnya untuk animasi. Tentu ini peluang yang sangat besar untuk penyerapan tenaga kerja kita. Kita berharap industri harus menjadi ladang bagi penyerapan tenaga kerja secara maksimal. Salah satunya justru pada industri digital ini kita menemukan penyerapan tenaga kerja yang banyak sekali,” ungkapnya.

Menperin optimistis Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pemain utama dalam industri kreatif digital dunia. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan keseriusan dalam mengembangkan talenta nasional, memperkuat ekosistem industri, serta meningkatkan keterampilan generasi muda agar mampu bersaing di tingkat internasional.

Sarmuji juga mengapresiasi kontribusi BDI Denpasar dalam mencetak talenta industri animasi yang mampu terlibat dalam produksi karya nasional. Salah satu bukti keberhasilan tersebut adalah keterlibatan tiga lulusan BDI Denpasar dalam produksi film animasi Jumbo.

“Tadi sudah terbukti, film Jumbo ternyata ada tiga orang yang terlibat dalam produksinya merupakan lulusan BDI Denpasar. Tentu kalau ini dikembangkan, akan menjadi potensi yang sangat besar bagi Indonesia,” ujarnya.

Menurut Menperin, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa program pendidikan dan pelatihan vokasi industri memiliki peran nyata dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri kreatif. Oleh karena itu, pengembangan kompetensi harus terus diperluas melalui kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan pelaku industri.

Ia menjelaskan, BDI Denpasar memiliki peran penting sebagai pusat pengembangan keterampilan yang dapat dimanfaatkan berbagai kalangan, mulai dari pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK), tenaga kerja industri, hingga calon wirausaha.

“Di sini menjadi tempat mereka belajar, ada proses pemagangan juga. Jadi, anak-anak SMK di sekitar sini bisa memanfaatkan BDI Denpasar untuk tambahan pembelajaran dan memperkuat kompetensinya masing-masing. Ada juga industri yang berlatih di sini, termasuk mereka yang secara khusus mendapatkan pelatihan dari BDI Denpasar,” jelasnya.

Selain itu, Menperin mengapresiasi keberadaan pelaku usaha dan perusahaan rintisan binaan BDI Denpasar yang telah mengembangkan usaha di bidang industri kreatif digital. Menurutnya, keberadaan para pelaku usaha tersebut menjadi bukti bahwa program pelatihan tidak hanya menghasilkan tenaga kerja terampil, tetapi juga mampu mendorong tumbuhnya wirausaha industri baru.

Pusat Industri Kreatif

Penguatan SDM industri kreatif digital menjadi semakin penting sejalan dengan perkembangan positif subsektor industri elektronika dan telematika (IET). Pada triwulan II tahun 2026, kelompok industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik mencatat pertumbuhan sebesar 8,04 persen, melampaui pertumbuhan industri pengolahan nonmigas yang mencapai 5,32 persen.

Sementara itu, penyerapan tenaga kerja pada sektor elektronika dan telematika mencapai 122.872 orang pada Mei 2026, meningkat dibandingkan dengan 114.639 orang pada Februari 2026.

Dari sisi investasi, realisasi investasi sektor elektronika dan telematika juga menunjukkan perkembangan positif. Pada 2022, investasi tercatat sebesar Rp4,13 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp10,94 triliun pada 2025. Adapun sepanjang semester I tahun 2026, investasi telah mencapai Rp6,4 triliun.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, Kementerian Perindustrian terus memperkuat peran BDI Denpasar sebagai pusat peningkatan kompetensi SDM industri kreatif dan digital.

BDI Denpasar merupakan salah satu dari tujuh Balai Diklat Industri di lingkungan Kemenperin. Lembaga yang didirikan pada 1984 ini terus bertransformasi mengikuti perkembangan kebutuhan industri nasional.

Saat ini, BDI Denpasar memiliki berbagai fasilitas pendukung, antara lain gedung animasi dan promosi, gedung desain dan fesyen, bengkel kriya (makerspace), ruang kerja bersama (coworking space), serta ruang pamer produk yang dikembangkan di kawasan seluas sekitar 1,2 hektare.

Sejak 2025, BDI Denpasar juga mulai mengembangkan kompetensi baru di bidang pengolahan minyak atsiri menjadi produk perisa dan pewangi melalui pembangunan Pusat Flavor dan Fragrance (PFF) Bali. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung hilirisasi minyak atsiri menjadi produk bernilai tambah, sekaligus memanfaatkan potensi pasar industri kebugaran (wellness) dan kosmetik di Bali.

Perkuat Kompetensi dan Kemitraan Industri

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Adie Rochmanto Pandiangan menjelaskan, BDI Denpasar memiliki peran strategis dalam mendukung penyediaan tenaga kerja kompeten, khususnya pada bidang industri kreatif digital.

Menurutnya, BDI Denpasar tidak hanya menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi, tetapi juga memberikan layanan peningkatan dan pembaruan keterampilan, sertifikasi kompetensi, serta inkubasi bisnis bagi calon wirausaha industri baru.

“Pengembangan kompetensi di BDI Denpasar diarahkan untuk mendukung kebutuhan industri, khususnya bidang animasi, konten digital, pengembangan aplikasi, dan gim. Selain pelatihan, BDI Denpasar juga menyediakan layanan inkubasi bisnis untuk membantu calon wirausaha industri mempersiapkan dan mengembangkan usahanya,” ujar Adie.

Adie menambahkan, pengembangan kompetensi tersebut didukung berbagai fasilitas pelatihan, ruang kerja bersama, bengkel kriya, dan inkubator bisnis yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha industri.

Dalam pelaksanaannya, BDI Denpasar juga membangun kemitraan dengan asosiasi industri, studio animasi, pengembang gim, rumah produksi, serta perguruan tinggi guna mendukung penyusunan kurikulum, pelatihan, dan pemagangan.

Sejumlah mitra yang telah menjalin kerja sama dengan BDI Denpasar antara lain Asosiasi Game Indonesia (AGI), Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI), Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI), Universitas Udayana, STIKOM Bali, serta The University of Sydney, Australia.

Tingkatkan Kualitas Pelatihan dan Pelayanan

Pada kesempatan yang sama, Kepala BDI Denpasar Arga Mahendra menyampaikan, pihaknya terus memperkuat penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi, pengembangan kewirausahaan, serta layanan pendampingan industri.

Sepanjang 2015 hingga Oktober 2026, BDI Denpasar telah menyelenggarakan berbagai pelatihan berbasis kompetensi yang diikuti sebanyak 16.113 peserta. Program tersebut meliputi animasi 2D, animasi 3D, pemrograman web, pemasaran melalui media sosial, pemasaran digital, barista, hingga teknologi Industrial Internet of Things (IIoT).

“Sepanjang tahun 2026 hingga Oktober, BDI Denpasar telah melaksanakan 13 kegiatan pelatihan dan lokakarya dengan jumlah peserta mencapai 304 orang. Kegiatan tersebut mencakup berbagai bidang kompetensi, mulai dari industri kreatif digital, barista, hingga pengolahan pangan,” jelas Arga.

Selain pelatihan bagi tenaga kerja industri, BDI Denpasar turut mendukung penyiapan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) melalui pelatihan bidang perhotelan dan layanan (hospitality), barista, serta bahasa Inggris. Pada 2025, jumlah peserta yang dilatih mencapai 220 orang, sedangkan hingga Oktober 2026 sebanyak 165 orang.

Arga menambahkan, BDI Denpasar terus meningkatkan mutu pelayanan melalui penerapan sistem manajemen mutu dan penguatan kelembagaan. BDI Denpasar telah memperoleh sertifikasi SNI ISO 9001:2015 serta akreditasi sebagai lembaga penyelenggara pelatihan dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) pada 2026.

“BDI Denpasar telah memperoleh sertifikasi SNI ISO 9001:2015 dan akreditasi lembaga penyelenggara pelatihan dari LAN pada tahun 2026. Capaian tersebut menjadi bagian dari penguatan mutu penyelenggaraan pelatihan dan pelayanan yang kami berikan,” ungkap Arga.

Dalam rangka optimalisasi fasilitas dan perluasan layanan, BDI Denpasar juga terus memperkuat pengelolaan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan transformasi kelembagaan menuju Badan Layanan Umum (BLU), melalui penguatan tata kelola, diversifikasi layanan, serta perluasan kerja sama.

Dengan berbagai program dan fasilitas yang dimiliki, BDI Denpasar diharapkan semakin berperan sebagai pusat pengembangan talenta industri kreatif digital yang mampu mendukung kebutuhan industri nasional sekaligus memperluas peluang bagi generasi muda Indonesia untuk berkarya di pasar global.irsa

 

 

Related articles

Recent articles