12.6 C
New York

Hari Pangan Sedunia 2025: Asa Swasembada di Bumi Juwiring

Published:

Agrofarm.co.id – Panas menyengat saat memasuki Bayer JUARA (Juwiring Agriculture Research & Academy) di Juwiring, Klaten, Jawa Tengah. Namun terkalahkan saat sudah memandang bulir padi yang menguning, daun cabai hijau yang siap menghasil pedasnya. Jagung dan semangka akan melengkapi bahwa ketahanan pangan berlanjut di Bayer Juara. Ada asa swasembada di bumi Juwiring

Hari Pangan Sedunia (HPS) 2025 menjadi momentum penting bagi Bayer Indonesia untuk menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui inovasi berbasis sains.

**Baca Juga:Manufacturing Excellence Surabaya Site Wujud Nyata Bayer Untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Melalui pusat riset Bayer JUARA (Juwiring Agriculture Research & Academy) di Juwiring, Klaten, Jawa Tengah, Bayer memperkuat perannya sebagai penggerak utama pertanian presisi dan berkelanjutan di Indonesia.

Selama dua tahun beroperasi, Bayer JUARA telah berkembang menjadi pusat riset dan pengembangan (R&D) pertanian pertama dan terbesar Bayer di Indonesia, serta terbesar kedua di Asia Tenggara. Difasilitas seluas 9 hektare itu, Bayer mengembangkan riset perlindungan tanaman, benih unggul, analisis data pertanian, dan penerapan teknologi pertanian presisi.

“HPS mengingatkan kita bahwa ketahanan pangan tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan petani. Kami percaya solusi harus berangkat dari kebutuhan nyata mereka,” ujar Kukuh Ambar Waluyo, Head of Field Solutions Bayer South East Asia & Pakistan, saat meninjau Bayer JUARA di Klaten.

Kukuh menambahkan, Bayer JUARA tidak hanya menjadi laboratorium teknologi, tetapi juga wadah kolaborasi dua arah antara ilmuwan dan petani. Melalui pendekatan tersebut, Bayer memahami persoalan di lapangan, mulai dari persiapan tanam hingga panen, dan menghadirkan solusi berbasis riset yang relevan.

“Dengan pemahaman yang lebih mendalam, kami bisa menghadirkan teknologi yang meningkatkan produktivitas dan hasil panen petani,” lanjutnya.

Dalam setahun, Bayer JUARA melakukan lebih dari 120 uji coba teknologi dan benih untuk mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Hasil riset tersebut langsung diterapkan bersama petani melalui program pelatihan dan pendampingan, termasuk Klinik Tani Bayer JUARA.

Hingga kini, lebih dari 900 petani dari berbagai wilayah telah merasakan manfaat program ini.

Salah satunya Awibowo, petani di Juwiring, yang kini berhasil meningkatkan hasil panennya hingga 10 ton per hektare, naik sekitar 20 persen dari sebelumnya. Selain pemberdayaan petani, Bayer JUARA juga menyiapkan generasi muda pertanian melalui kolaborasi dengan delapan universitas terkemuka, seperti IPB, UGM, UNS, Unpad, Unsoed, UMY, Undip, dan Politeknik Negeri Jember.

Sejak 2023, program magang Bayer JUARA telah melibatkan 25 mahasiswa dalam proyek riset bersama. Salah satunya M. Hafizh Firmansyah, mahasiswa Agroteknologi Universitas Padjadjaran, yang kini meneliti sistem polinasi jagung dan program pemuliaan tanaman.

“Pengalaman di Bayer JUARA membuka mata saya bahwa menjadi petani bisa menjadi profesi modern dan menjanjikan,” ujarnya.

Dalam kunjungan ke Bayer JUARA, Dr. Prayudi Syamsuri, SP., M.Si, Staf Ahli Bidang Manajemen Konektivitas Kemenko Pangan RI, menegaskan pentingnya penguasaan teknologi dalam membangun kemandirian pangan nasional.

“Kita tidak boleh bergantung pada negara lain. Presiden Prabowo melalui Kemenko Pangan menegaskan bahwa Indonesia harus menjadi produsen pangan tangguh berbasis teknologi,” katanya.

Menurut Prayudi, pertanian presisi adalah kunci dalam meningkatkan efisiensi sumber daya dan produktivitas lahan. Karena itu, kehadiran Bayer JUARA dinilai menjadi langkah strategis dalam mempercepat adopsi teknologi modern di kalangan petani.

Perlu diketahui, Bayer JUARA beroperasi dengan tiga pilar utama: Data Generation, Training & Academy, dan Collaboration. Melalui Data Generation, Bayer melakukan riset perlindungan tanaman dan pengujian benih bioteknologi. Antusiasme Peserta Membludak Pilar Training & Academy diwujudkan lewat penyuluhan dan pendampingan petani. Sedangkan Collaboration mendorong kemitraan dengan lembaga pendidikan dan komunitas tani.

“Melalui komitmen berkelanjutan ini, kami ingin menegaskan posisi Bayer JUARA sebagai episentrum inovasi, kolaborasi, dan edukasi pertanian, demi masa depan pangan yang tangguh dan berkelanjutan,” pungkas Kukuh. Diany

Related articles

Recent articles