12.9 C
New York

Respon Positif Peluncuran Danantara, ID Food: Danantara Peluang Baru untuk Investasi Sektor Pangan

Published:

Agrofarm.co.id, Jakarta- Pemerintah resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Peluncuran Badan pengelola dana kekayaan negara Indonesia tersebut disambut baik oleh pelaku usaha, tak terkecuali pelaku usaha yang bergerak di sektor pangan.

Holding BUMN Pangan ID Food, termasuk salah satu yang optimis keberadaan Danantara akan memberikan angin segar bagi perekonomian nasional, khususnya bagi kemajuan dan penguatan sektor pangan nasional.

Hal tersebut disampaikan VP Sekretaris Perusahaan ID Food Yosdian Adi Pramono, melalui keterangannya, Senin, (24/02/2025).

Menurut Yosdian, dana investasi yang dikelola Danantara sangat potensial untuk menggerakan sektor-sektor strategis, termasuk sektor pangan yang saat ini menjadi prioritas pemerintah melalui program percepatan swasembada pangan.

“Masuknya investasi di sektor pangan diharapkan dapat mendorong pengembangan skala bisnis, daya saing, serta nilai tambah produksi pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan nasional,” ujarnya.

Berbicara mengenai peluang pengembangan dan investasi di sektor pangan, Yosdian menyebutkan, dari sisi ID Food saat ini fokus yang dijalankan perusahaan diantaranya pengembangan perbenihan, peningkatan produksi gula melalui perluasan lahan, peningkatan produktivitas peternakan, perikanan, dan garam, serta penyediaan fasilitas logistik pangan melalui optimalisasi aset.

Untuk pengembangan industri benih, ID Food melakukan refocusing bisnis PT Sang Hyang Seri sebagai produsen benih nasional bersertifikat.

“PT Sang Hyang Seri memiliki fasilitas yang terbilang lengkap (end-to-end) dalam industri perbenihan, di antaranya aset lahan pertanian Sukamandi di Kabupaten Subang seluas hampir 3.200 ha, serta 42 unit pabrik benih padi yang tersebar di berbagai wilayah strategis, dengan kapasitas lebih dari 136 ribu ton per tahun,” paparnya.

Di sektor industri gula, ID Food tengah gencar mendorong perluasan lahan tebu di tahun 2025 yang mencapai 65 ribu Ha, atau lebih tinggi dari tahun 2024 yang berada di angka 61 ribu Ha. Langkah ini untuk mencapai target produksi gula sebanyak 350 ribu ton di 2025, atau lebih tinggi dibanding produksi gula tahun 2024 sebanyak 306 Ribu ton.

Sementara itu, di sektor peternakan ID Food melalui PT Berdikari mendorong pengembangan perluasan kandang serta peningkatan kapasitas Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU). Di sektor perikanan, akan dilakukan pengembangan bisnis penangkapan ikan terukur melalui skema KSO dan pengembangan lini bisnis pengelolaan pelabuhan ikan.

“Untuk sektor industri garam, ID Food melalui PT Garam sedang on progress melakukan peningkatan produksi dengan menyusun skema pembangunan pabrik baru,” tambahnya.

Pengembangan lainnya, tambah Yosdian, terkait pengembangan logistik pangan melalui optimalisasi aset ID Food Group yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Upaya ini menyasar penguatan pendistribusian, perdagangan, dan fasilitas pergudangan.

“Sebagai informasi, saat ini ID Food memiliki 1.085 aset gudang dengan total kapasitas 2,5 juta ton yang tersebar dari Aceh hingga Papua yang terdiri dari 525 unit dry non-food warehouses dengan kapasitas 1,4 juta ton, 535 unit dry food warehouses dengan kapasitas 1 juta ton, dan 25 unit cold storage dengan kapasitas 19 ribu ton,” paparnya.

Lebih lanjut, Yosdian menjelaskan, sejumlah rencana pengembangan tersebut siap untuk dijalankan serta berpotensi membuka peluang invetasi.

“Keberadaan Danantara memberikan peluang baru bagi investasi di sektor pangan. ID Food siap dan terbuka untuk melakukan kolaborasi investasi dalam rangka mendukung swasembada pangan,” terangnya.

Adapun, pemerintah menargetkan Danantara untuk memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian dan peternakan dalam negeri.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa investasi yang dikelola Danantara akan diarahkan pada sektor-sektor strategis yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga berkontribusi pada pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. Bantolo

Related articles

Recent articles