13.4 C
New York

Stok Beras Bulog Capai 2 Juta Ton hingga Akhir Desember

Published:

Agrofarm.co.id, Jakarta-Perum Bulog menyebutkan hingga akhir Desember tahun ini stok beras mencapai 2 juta ton,
Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Mokhamad Suyamto mengatakan capaian itu merupakan buah dari kerja keras banyak pihak.

“Alhamdulillah dengan kerja keras kita semuanya, khusus untuk beras, target-target pemerintah semuanya dapat Bulog capai. Dari target awal stok akhir tahun 1,2 juta ton dari Badan Pangan Nasional, Insya Allah nanti di akhir Desember 2024 bisa 2 juta ton. Ini menurut saya sangat bagus dan membuat tenang bagi masyarakat,” sebut Suyamto di Jakarta, Kamis (05/12/2024).

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (PERPADI), Sutarto Alimoeso meminta pemerintah tetap melaksanakan berbagai program agar dapat memberikan gairah bagi para pelaku usaha perberasan.

“Seperti disampaikan tadi bahwa perdagangan beras saat ini memang adem. Jadi kalau adem itu artinya tidak terlalu bergairah, tetapi tetap lancar. Kemarin agak sedikit panas menjelang Pilkada, (ini) terus terang. Tapi sekarang sudah mulai adem. Kalau kita forecast sampai dengan akhir tahun ini pasti situasinya dapat dikatakan aman. Menurut perkiraan kami tidak akan terjadi gejolak,” kata Sutarto.

Lebih lanjut, Direktur Komersial ID Food Nina Sulistyowati turut memaparkan stok pangan pokok yang dikelola pihaknya.

“Kami siap apabila program (bantuan pangan penanganan stunting) akan dilanjutkan, terutama karena ini bekerja sama dengan para peternak mandiri. Pada saat ini posisi stok daging ayam dan telur di 20 ton. Kemudian untuk daging kerbau, dapat kami sampaikan bahwa saat ini stok in hand ada di 27.814 ton dengan harga sekitar Rp 60 ribu rupiah per kilo. Kemudian daging sapi 4.269 ton di kisaran harga Rp 80 ribu per kilo. Gula pasir diperkirakan bahwa pada akhir Desember nanti akan ada kedatangan sekitar 62 ribu ton dalam bentuk raw sugar. Kami juga masih punya stok on hand gula kristal putih sekitar 20 ribu ton,” papar Nina.

Dengan jumlah stok tersebut, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi meyakini andil beras terhadap inflasi nasional dapat ditekan.

“Hari ini beras adem ayem, malah kita harus terus dorong distribusinya bisa sampai ke daerah seperti ke Indonesia Timur yang angka inflasinya cukup tinggi. Andil beras hari ini 0,11 persen ke inflasi. Badan Pangan Nasional bersama Bulog hari ini bisa mewujudkan stok beras di Bulog 2.070.000 ton. Bahkan Bapak Presiden menyampaikan bahwa stok beras Bulog bisa lebih dari 2 juta ton itu, belum pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir,” imbuhnya. Bantolo

Related articles

Recent articles