12.6 C
New York

Mendag: Neraca Dagang RI Surplus 51 Bulan Berturut-turut sejak Mei 2020

Published:

Agrofarm.co.id, Jakarta- Neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2024 mencatatkan surplus sebesar USD 0,47 miliar. Surplus perdagangan Juli 2024 terdiri atas surplus nonmigas sebesar USD 2,61 miliar dan defisit migas sebesar USD 2,13 miliar.

Meskipun surplus, nilai surplus Juli 2024 tercatat lebih rendah dibandingkan dengan surplus Juni 2024 yang sebesar USD 2,39 miliar. Angka surplus tersebut juga masih lebih rendah dari surplus pada Juli 2023 yang mencapai USD 1,29 miliar.

“Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus pada periode Juli 2024. Meskipun perbandingan nilai surplus periode ini dengan bulan lalu maupun dengan periode Juli tahun lalutercatat lebih rendah, Indonesia tetap melanjutkan surplus perdagangan selama 51 bulan berturut turut sejak Mei 2020,” ujar Mendag Zulkifli Hasan dalam siaran persnya, Jumat (16/8/2024).

Mendag Zulkifli Hasan menjelaskan, ada tiga negara mitra dagang penyumbang surplus terbesar bagi Indonesia selama Juli 2024. Ketiga negara tersebut adalah India, Amerika Serikat (AS), dan Filipina yang menyumbangkan total surplus USD 3,03 miliar bagi Indonesia.

Sementara itu, penyumbang defisit perdagangan nonmigas terdalam pada Juli 2024 adalah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Singapura, dan Australia yang totalnya mencapai USD 3,42 miliar.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus selama periode Januari-Juli 2024 sebesar USD 15,92 miliar.

Surplus tersebut dihasilkan dari surplus nonmigas sebesar USD 28,16miliar dan defisit migas sebesar USD 12,24 miliar.

“Angka surplus ini lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD 21,20 miliar,” kata Mendag Zulkifli Hasan.

Ekspor Juli 2024 Tumbuh Positif

Pada Juli 2024, kinerja ekspor mencapai USD 22,21 miliar atau meningkat sebesar 6,55 persen dibandingkan bulan sebelumnya (MoM) dan 6,46 persen dibanding Juli 2023 (YoY).

Capaian tersebut didorong kenaikan ekspor nonmigas sebesar 5,98 persen dan migas yang naik 15,57 persen dibandingkan Juni 2024 (MoM).

Secara rinci, Mendag Zulkifli Hasan menjelaskan, peningkatan kinerja ekspor nonmigas secara bulanan terjadi di seluruh sektor pada Juli 2024.

Pertanian menjadi sektor dengan peningkatan tertinggi sebesar 26,24 persen, diikuti ekspor pertambangan yang naik sebesar 19,35 persen dan industri pengolahan sebesar 2,82 persen (MoM).

Beberapa komoditas unggulan pada Juli 2024 dengan penurunan ekspor adalah lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) sebesar 28,58 persen, besi dan baja (HS 72) sebesar 3,28 persen, dan bahan bakar mineral (HS 27) sebesar 2,33 persen (MoM).

Di sisi lain, kinerja ekspor beberapa produk nonmigas lainnya justru meningkat pada Juli 2024.

Produk-produk dengan peningkatan ekspor, di antaranya mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) sebesar 14,89 persen; kendaraan dan bagiannya (HS 87) sebesar 14,68 persen; logam mulia dan perhiasan/permata (HS 71) sebesar 51,11 persen; nikel dan barang daripadanya (HS 75) sebesar 16,45 persen; serta bijih logam, terak, dan abu (HS 26) dengan kenaikan signifikan hingga 3.973,43persen (MoM).

Mendag Zulkifli Hasan mengungkapkan, RRT dan AS masih menjadi pasar utama ekspor nonmigas Indonesia pada Juli 2024 dengan nilai sebesar USD 6,97 miliar dan kontribusi sebesar 33,53 persen terhadap ekspor nonmigas nasional.

Sementara itu, Jepang telah menggeser posisi India sebagai negara tujuan ekspor nonmigas terbesar ketiga. Nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Jepang sebesar USD 1,78 miliar dengan pangsa sebesar 8,57 persen.

Dengan demikian, nilai ekspor nonmigas ke ketiga negara tersebut sebesar USD 8,75 miliar, setara dengan pangsa mencapai 42,10 persen.

Di saat yang sama, kinerja ekspor nonmigas Indonesia ke sejumlah negara mitra dagang cukup menggembirakan. Ekspor nonmigas Indonesia ke Spanyol tumbuh 102,18 persen, Arab Saudi 62,45persen, Jepang 43,46 persen, Jerman 42,08 persen, dan Brasil 40,57 persen (MoM). Naiknya ekspor ke negara-negara ini didukung permintaan pasar dalam negeri mereka, salah satunya impor Brasil yang tercatat naik 4,24 persen (MoM).

“Pada Juli 2024, Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur beberapa negara mitra dagang mencatatkan peningkatan aktivitas manufaktur, seperti Jerman (43,2) dan Brasil (54,0),” jelas Mendag.

Ditinjau dari kawasannya, beberapa kawasan tujuan ekspor menunjukkan peningkatan ekspor nonmigas tertinggi (MoM) antara lain, Eropa Timur (48,42 persen), Afrika Tengah (45,03 persen),Australia (35,21 persen), Eropa Selatan (34,75 persen), dan Karibia (34,23 persen).

Peningkatan ekspor ke beberapa kawasan tersebut menunjukkan bahwa pasar nontradisional memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Total nilai ekspor sepanjang periode Januari-Juli 2024 mencapai USD 147,30 miliar, turun 1,47 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Penurunan ekspor ini disebabkan turunnya ekspor nonmigas sebesar 1,75 persen. Sedangkan, ekspor migas naik sebesar 2,83 persen (YoY). Dian

Related articles

Recent articles