21.2 C
New York

KTNA Wanti-wanti Pemerintah Harga Gabah Anjlok Kala Panen Raya

Published:

Agrofarm.co.id, Jakarta-Kontak Tani Nelayan Andalan telah mewanti-wanti pemerintah untuk menjaga harga gabah agar tidak anjlok dan berada di level Rp 7.000-8000 per kilogram (kg).

Apalagi musim panen raya biasanya harga gabah sangat rentan jatuh sehingga pada akhirnya akan merugikan petani.

“Di saat panen raya seperti ini, KTNA berharap agar harga gabah tidak anjlok sehingga petani tidak rugi setelah mereka mengeluarkan ongkos produksi,” ungkap ketua KTNA Yadi Sofyan Noor dalam ketrangan resminya, Sabtu (09/3/2024).

Yadi pun menyebutkan musim panen merupakan momentum bagi pemerintah untuk fokus pada penyerapan panen raya dan memperkuat cadangan beras nasional (CBP).

“Pasokan beras cenderung melimpah, tapi pemerintah harus menjaga harga gabah agar tidak anjlok,” ujar Yadi.

Petani Minta Harga Gabah Stabil

Di tempat berbeda, Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat, Entang Sastraatmaja mengusulkan kepada pemerintah untuk kembali menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) Gabah. Mengingat harga gabah hari ini masih stabil di tingkat petani.

Setiap panen raya selalu muncul kekhawatiran harga gabah akan anjlok. Bila harga gabah terus menurun, dikhawatirkan petani akan merugi.

Di Jawa Barat sendiri, lanjutnya, harga gabah saat ini berkisar Rp 7.200 hingga 7.500 per kg dan menjadi angka yang moderat bagi petani mendapatkan untung.

“Dengan harga gabah mampu menembus angka Rp 7.000per kg, petani merasa riang gembira. Jadi sebaiknya pemerintah tetap menjaga agar harga gabah tidak turun. Inilah saat yang tepat untuk menghitung ulang HPP gabah,” katanya. Bantolo

Related articles

Recent articles