21.2 C
New York

Indonesia Berpotensi Alami Kerugian Ekonomi Rp 9,9 Triliun Akibat PMK

Published:

Agrofarm.co.id-Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) memperkirakan kerugian ekonomi mencapai Rp 9,9 triliun atau USD 761,3 juta per tahun apabila Indonesia terserang virus penyakit mulut dan kuku (PMK).

Tri Satya Putri Naipospos Ketua II PDHI mengungkapkan, saat ini Indonesia mengimpor daging kerbau dari India yang negaranya dikategorikan belum bebas PMK. Indonesia masuk ancaman terserang PMK. Untuk itu kita harus waspada.

“Dalam perdagangan selalu ada resiko dan tiap negara harus melakukan upaya antisipasi karena PMK masuk tidak hanya dari ternak, tapi juga dari pemasukan illegal produk daging yang terkontaminasi dan sisa bangunan kapal terbang atau laut yang diberi makan untuk ternak babi,” ujar Tri di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Menurutnya, ketika terjangkit virus ini harus tergantung dari vaksin impor, apalagi Indonesia tidak mempunyai pabrik vaksin dan akhirnya semuanya tergantung dari luar negeri.

“Untuk itu, Indonesia harus bersiap siaga dari kemungkinan terburuk serangan PMK. Pemerintah musti menyediakan dana yang besar untuk melakuan surveilands, simulasi dan investigasi. Dibutuhkan biaya Rp 7,7 miliar per tahun,” katanya.

Tri mengatakan, Indonesia tetap berada dalam ancaman serangan PMK karena virus ini diestimasi bersirkulasi pada 77 persen populasi ternak global di Afrika, Timur Tengah, Asia dan Amerika Selatan.

“Dalam konteks global PMK adalah penyakit menular hewan paling ditakuti di seluruh dunia. Ini tidak terlepas dari sifat-sifat virus PMK yang sulit diatasi,” kata dia.

Virus yang terbagi kedalam tujuh serotipe yang berbeda secaea antigenik tidak memiliki proteksi silang satu dan lainnya. Lebih dari 60 subtipe virus PMK yang kekebalan terhadap satu tipe tidak memproteksi tipe lainnya.

“PMK adalah suatu penyakit pandemik yang menyebabkan kerugian global sebesar USD 6,5 hingga USD 21 miliar atau Rp 87, 7 trilun sampai 283,5 triliun per tahun,” ungkap Tri.

Dia menyebutkan, virus ini menular dan menyebar secara cepat pada hewan berkuku belah. Jadi 1 miliar dari 1,7 miliar ruminansia besar global berada di negara-negara endemik serta 2 persen populasi sapi dunia terjangkit PMK dalam setahun. Bantolo

Related articles

Recent articles