21.2 C
New York

Expo Good Agricultural Practices Dorong Penciptaan SDM Unggul Pertanian

Published:

Agrofarm.co.id-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Institut Pertanian Bogor (IPB) dan PT East West Seed Indonesia (EWINDO) menggelar Teknologi Hortikultura dan Transfer Pengetahuan dengan mengambil tema Good Agricultural Practices di SMK 2 Subang.

Dipilihnya SMK Negeri 2 Subang sebagai tempat acara didasarkan pada pertimbangan upaya untuk mengkolaborasikan program yang ada guna mensukseskan pengembangan sektor pertanian melalui penyediaan SDM unggul. SMK Negeri 2 Subang merupakan sekolah yang ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai pilot project revitalisasi SMK Pertanian kerja sama Indonesia Belanda.

Tema yang diambil mencerminkan kolaborasi berbagai pihak dalam upaya mengembangkan pendidikan kejuruan bidang pertanian yang selaras dengan kompetensi kebutuhan pengguna lulusan (link and match), salah satunya melalui transfer pengetahuan praktek – praktek pertanian yang baik (Good Agricultural Practices) kepada para siswa; agar tercipta komitmen jangka panjang yang saling menguntungkan antara SMK dengan dunia usaha dan dunia industri.

“Kita berkomitmen terus mendorong generasi muda untuk menggeluti sektor pertanian.Salah satu dukungan berupa penyiapan SDM unggul di sektor pertanian yang memiliki kompetensi khusus sesuai kebutuhan yang dipersyaratkan dunia industri,” ujar Fransiska Fortuna, Deputi Direktur HRD PT East West Seed Indonesia (EWINDO) di Subang, Jawa Barat, Selasa (26/11/2019).

Fransiska menjelaskan SMKN 2 Subang dijadikan demplot budidaya komoditas hortikultura .Pihaknya menyediakan pelbagai benih tanaman sayuran dan buah.Jenis sayuran dan buah yang diantaranya bayam, bawang merah,cabai, jagung, kangkung,oyong,terong , melon dan semangka. “Ada 36 varietas tanaman,” ujarnya.

Fransiska menambahkan para taruna mendapatkan transfer teknologi tidak melulu bersifat langsung .Justru para taruna SMK didorong melakukan inovasi. Dia mencontohkan ketika melakukan training teknik budidaya di Lampung , para siswa lebih memilih merekam dengan video. “Bukan lagi di catat.Ternyata kita punya pendekatan bagaimana pemuda tertarik dengan sektor pertanian,” ujarnya.

Selain SMKN 2 Subang , sambung Fransiska EWINDO juga melakukan kerja sama serupa dengan SMKN di Jember.” Kita punya fasilitas di Jember.Kita banyak menyediakan varietas benih.Tapi SMKN di Jember murni merupakan bagian revitalisasi SMK Kemendikbud dan Kebudayaan,” terang Fransiska seraya menambahkan setidaknya EWINDO menerima SDM praktek industri dari 10-20 SMK.

Kasubdit Kerjasama Industri Kemendikbud dan Kebudayaan Sasriyadi mengatakan SMKN 2 Subang menjadi pilot project pertanian karena 70% merupakan praktik pertanian.Karena itu dukungan sarana dan prasarana, pelatihan guru serta pengembangan kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Bahkan SMKN disini sudah mengadopsi teknologi revolusi industri 4.0. Sasriyadi mencontohkan penerapan The Internet of Things (IoT) sektor pertanian.Misalnya alat untuk mengukur kelembaban tanah.

“Penyiraman air pada tanaman menggunakan cukup dengan sensor.Ketika tingkat kelembaban sudah tinggi maka air itu otomatis mati. Tidak perlu lagi siswa menyiram tanaman secara otomatis,” terangnya.

Ratna Komala,salah satu taruna mengaku tidak sedikitpun menyesal mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri(SMKN) 2 Subang. Meski awalnya mendapat pertentangan dari orang tuanya mengingat sejak sekolah dasar menjadi juara umum.

Cintanya semakin menggebu, mendalami teknik budidaya pertanian merupakan keasyikan yang tidak dapat disanding nominal materi. Awalnya, Ratna tergiur dengan keberhasilan alumni yang bekerja dan magang di Jepang.

“Sekarang saya ingin lebih mendalami ilmu pertanian , apalagi saat ini saya sudah dapat mengetahui pengembangan kultur jaringan , kita bisa memperbanyak kecil sehingga tidak terhingga . Sebelumnya, saya hanya mengenal stek dan cangkok,” ujar Ratna seraya membeberkan pengalaman berkunjung ke sejumlah universitas di Belanda guna melihat kemajuan teknologi budidaya pertaniannya.

Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosadi memberikan apresiasi atas kolaborasi semua pemangku kepentingan.Diharapkan program ini menjadi daya tarik bagi generasi milenial menjadi petani.

“Jangan malu , tidak usah gengsi menjadi petani.Kita tidak bisa makan kalau tidak ada petani. SMK ini harus menjadi contoh untuk sekolah lain,” pungkasnya. Bantolo

Related articles

Recent articles