15.6 C
New York

Masa Paceklik, Tak Halangkan Panen Raya Tani Desa Wiroko Capai 6 Ton Gabah

Published:

Agrofarm.co.id-Mengalami musim kemarau kepanjangan yang menerjang wilayah Wonogiri dan wilayah Pulau Jawa, banyak petani yang mengalami penurunan produksi gabah, bahkan gagal panen. Namun tidak bagi petani di Desa Wiroko, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri. Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Taman Asri yang merupaakan petani binaan Dompet Dhuafa berhasil melakukan panen raya.

“Alhamdulillah pada hari ini, kami melakukan panen raya di Desa Wiroko, Tirtomoyo, Wonogiri. Walau kami sedang mengalami kemarau panjang, dari satu hektar sawah kami masih bisa menghasilkan enam ton gabah,” terang Purwanto, Kepala Gapoktan Taman Asri Desa Wiroko dalam siaran persnya, Senin (28/10/2019).

Menerapkan prinsip pertanian organik SRI (System of Rice Intencification), padi hasil garapan Gapoktan Taman Asri berhasil menghasilkan enam ton gabah, bahkan di masa paceklik. Keberkahan tersendiri bagi petani di desa Wiroko, tepat empat bulan lalu tim ekonomi Dompet Dhuafa bekerjasama dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Lembah Kemuning melakukan intervensi kepada mereka. Dengan menggunakan metode SRI, petani menunda penanaman dan mengembalikamn unsur hara tanah dengan kompos.

Kami betul-betul mengapresiasi kepada dompet dhuafa di wilayah kaami. Dan tim Sudarmoko yang telah memberikan ilmunya kepada petani-petani kami. Dengan metode yang lebih modern dan ramah lingkungan, ujar Camat Tirtomoyo.

“Terimakasih kepada Dompet Dhuafa dan KLP Lembah Kemuning yang telah menularkan ilmunya dan membimbing kami dengan ikhlas. Saat sawah lain tidak bisa bertahan dari wereng dan kemarau panjang, alhamdulillah kami bisa bertahan hingga panen raya,” tandas Purwanto.

Hal tersebut membuat beras hasil dari metode SRI seratus persen organic tanpa adanya kandungan pestisida dan pupuk kimia. Petani yang awalnya ragu, kini optimis untuk menghadapi musim tanam selanjutnya. Mengingat sawah lain yang masih menggunakan cara tanam biasa, tidak bisa bertahan dari hama wereng dan kemarau panjang. Hasil panennya pun hanya berkisar 2-4 ton saja.

Inisiator, Pendiri, dan Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi menyampaikan apresiasinya dan kredit khusus untuk para petani di Desa Wiroko. Menghadapi paceklik yang meluas, petani di Desa tersebut berhasil melaluinya. “Walaupun tidak ada air, Desa Wiroko tetap panen tetap panen berkat kerjasama dengan Dompet Dhuafa, KLP Lembah Kemuning dan tentunya, petani-petani yang gigih,” pungkasnya. Dian

Related articles

Recent articles