Agrofarm.co.id-PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) berhasil membukukan nilai penjualan sebesar Rp 1,95 triliun sepanjang tahun 2018 atau naik +30% dari Rp 1,5 triliun di 2017 seperti pada laporan keuangan 31 Desember 2018 yang dirilis Senin 1 April.
Adapun penjualan ini ditopang dari komoditas sawit dengan nilai penjualan Rp 1,06 triliun, komoditas karet Rp 0,36 triliun dan komoditas oleokimia Rp 0,53 triliun.
“Perseroan terus bekerja keras meningkatkan produktivitas kebun dan pabrik sampai produk hilir sawit oleokimia di Kuala Tanjung Sumatera Utara yang mulai beroperasi tahun 2018 dengan pembeli utama P&G/Procter & Gamble, ditengah pelemahan harga komoditas sawit CPO (Crude Palm Oil) dunia dari level bulanan USD 670 per ton CIF Rotterdam di Januari hingga ke level USD 480 di Desember 2018. Optimalisasi produktivitas pabrik, juga dilakukan dengan pembelian sawit dari petani yang tidak memiliki pabrik sekaligus membantu kesejahteraan mereka,” kata Direktur & Investor Relations UNSP, Andi W. Setianto dalam keterangan resminya, Senin (01/4/2019).
“Perseroan mengikuti protokol RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) and ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) yang menjunjung tinggi prinsip ramah lingkungan dan keberlanjutan, diantaranya kebijakan zero-burning (tanpa membakar) dalam melakukan kegiatan perkebunan,” paparnya.
Bibit Unggul
Perseroan juga telah melakukan inovasi melalui pengembangan bibit unggul yang menghasilkan produksi buah sawit lebih banyak dengan luasan lahan kebun yang sama.
Saat ini produktivitas sawit nasional hanya sekitar 3 ton CPO per hektar per tahun, dimana dengan bibit unggul potensi produktivitas bisa meningkat setelah program peremajaan (replanting). Produktivitas bibit unggul Perseroan bisa menghasilkan 10 ton CPO per hektar per tahun, dengan produksi 40 ton buah sawit per hektar dan ekstraksi CPO nya 25%, sesuai hasil lapangan bibit unggul Perseroan yang sudah disertifikasi. Dengan bibit unggul, luas lahan kebun tidak perlu bertambah, menghasilkan produksi CPO berlipat ganda yang meningkatkan lagi produksi biodiesel untuk ketahanan energi nasional.
Perseroan melihat bibit unggul dan program peremajaan sawit rakyat sebagai kunci kesejahteraan petani dan produktivitas sawit yang berkelanjutan untuk ketahanan pangan dan energi nasional.
Direktur Utama UNSP, Bayu Irianto menambahkan, strategi peningkatan produktivitas berkelanjutan yang sedang dilakukan akan lebih banyak lagi dirasakan dampak positifnya dalam jangka menengah dan panjang.
“Melanjuti fokus peningkatan produktivitas kebun dan pabrik, kami akan lanjutkan dengan langkah konkrit peningkatan produktivitas aset lainnya dan perbaikan struktur permodalan. Kami optimis, dalam jangka menengah dan panjang nanti perusahaan ini akan kembali bangkit menemukan momentum yang terbaik menjadi salah satu perusahaan perkebunan yang memiliki fundamental bisnis yang kuat,” pungkasnya. Bantolo
