Agrofarm.co.id-Sekitar 30 perusahaan dari rantai nilai plastik dan barang-barang konsumen berkomitmen lebih dari 1 miliar Dollar untuk mengatasi masalah sampah plastik pada lingkungan.
BASF mendukung Aliansi untuk Mengakhiri Sampah Plastik (Alliance to End Plastic Waste) untuk mendorong solusi yang dapat memecahkan masalah sampah plastik dunia. Dalam pertemuan yang digelar kemarin menemukan solusi yang dapat mengurangi dan mengeliminasi sampah plastik pada lingkungan, khususnya di lautan.
Aliansi untuk mengakhiri Sampah Plastik (AEPW) telah memberikan komitmen 1 miliar dolar dengan target investasisebesar 1.5 miliar dolar selama lima tahun ke depan untuk membantu mengatasi masalah lingkungan karena sampah plastik. Solusi-solusi baru akan dikembangkan dan dibawa ke skala yang akan meminimalkan dan mengelola sampah plastik. Termasuk di dalamnya, promosi solusi plastik bekas dengan membantu mengaktifkan ekonomi sirkular.
“Kami sangat mendukung tujuan untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan, dan , bersama-sama mendirikan Aliansi untuk Mengakhiri Sampah Plastik, karena kami ingin mendorong dan mempromosikan solusi yang secara efektif akan membantu memecahkan masalah sampah plastik dunia,” ujar Dr. Martin Brudermller,Ketua Dewan Direktur Eksekutif dan Kepala TeknologiBASF SE kata siaran persnyaKamis (17/1/2019).
Plastik adalah bahan yang efisien yang dapat menghemat sumber daya dan memungkinkan kesehatan, keselamatan serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Manfaat ini dapat dipertentangkan, jika plastik dan limbahnya tidak digunakan atau dibuang atau didaur ulang dengan cara yang bertanggung jawab. Memahami dari mana sampah plastik tersebut berasal adalah kuncinya. Penelitian oleh Konservasi Lautan menunjukan bahwa mayoritas plastik di laut berasal dari sampah di daratan.
Kebanyakan sampah plastik tersebar melalui sungai dan dapat dilacak ke sepuluh sungai-sungai besar di seluruh dunia, terutama di Asia dan Afrika. Kebanyakan sungai tersebut melewati area populasi padat penduduk yang tidak memiliki metode pengumpulan sampah yang baik serta prasarana daur ulang, sehingga menyebabkan penumpukan sampah yang signifikan. AEPW akan memulai tindakan yang paling dibutuhkan. Hal ini termasuk proyek-proyek yang akan berkontribusi terhadap solusi di empat area kunci:
▪ Pengembangan infrastruktur untuk mengumpulkan dan mengelola limbah
dan meningkatkan daur ulang;
▪ Inovasi untuk memajukan dan meningkatkan teknologi baru yang membuat
daur ulang dan pemulihan plastik menjadi lebih mudah serta dapat menciptakan
nilai dari plastik pasca-pakai;
▪ Edukasi dan keterlibatan pemerintah, bisnis dan masyarakat untuk
memobilisasi tindakan; dan
▪ Pembersihan area di mana sampah plastik terkonsentrasi di lingkungan,
khususnya saluran limbah utama, seperti sungai, yang membawa sampah dari
darat ke lautan.
Semua setuju bahwa sampah plastik bukan milik lautan kita atau di mana pun di lingkungan. Ini adalah tantangan global yang kompleks dan serius yang membutuhkan tindakan cepat dan kepemimpinan yang kuat. Aliansi baru ini adalah upaya paling komprehensif saat ini untuk mengakhiri sampah plastik di lingkungan. Ujar David Taylor, CEO Procter & Gamble, dan Ketua AEPW.
Aliansi ini adalah organisasi nirlaba yang mencakup perusahaan dari seluruh dunia plastik dan rantai nilai barang konsumen: produsen kimia dan plastik, perusahaan barang konsumen, pengecer, konverter, dan perusahaan pengelolaan limbah. Aliansi ini akan bekerja dengan pemerintah, organisasi antar pemerintah, akademisi, organisasi non-pemerintah dan masyarakat sipil untuk berinvestasi dalam proyek-proyek bersama untuk menghilangkan sampah plastik dari lingkungan.
“Keterlibatan BASF dalam aliansi ini memperkuat keterlibatan perusahaan untuk penanganan plastik yang bertanggung jawab. Salah satu langkah penting untuk mengakhiri masuknya plastik yang tidak terkontrol ke lingkungan adalah membangun lingkaran tertutup di mana plastik dapat digunakan sebagai bahan baku baru. Industri kimia memainkan peran penting dalam berinovasi dan menerapkan proses skala besar untuk mengubah limbah plastik menjadi produk baru,” kata Brudermller.
Salah satu contoh bagaimana BASF mengembangkan teknologi inovatif untuk mempromosikan pemulihan dan daur ulang plastik adalah proyek ChemCycling yang baru-baru ini dimulai. Bersama dengan para pelanggan dan mitra usaha, BASF mengembangkan dan memproduksi produk percontohan pertama yang dibuat dari bahan sampah plastik daur ulang. BASF juga secara aktif mengimplementasikan program internasional Operation Clean Sweep secara global di semua lokasi produksi palet plastiknya, yang bertujuan untuk mencegah hilangnya palet plastik di sepanjang rantai nilai melalui tindakan-tindakan perilaku, organisasi dan teknis.
Selanjutnya, BASF terlibat dalam berbagai proyek kolaborasi dan asosiasi (misalnya, World Plastics Council, Ellen MacArthur Foundation, CEFLEX) pada edukasi dan pengelolaan limbah. Perusahaan-perusahaan berikut ini adalah anggota pendiri Aliansi untuk Mengakhiri Sampah Plastik: BASF, Berry Global, Braskem, Chevron Phillips Chemical Company LLC, Clariant, Covestro, CP Group, Dow, DSM, Exxon Mobil, Formosa Plastics Corporation USA, Henkel, LyondellBasell, Mitsubishi Chemical Holdings, Mitsui Chemicals, NOVA Chemicals, OxyChem, PolyOne, Procter & Gamble, Reliance Industries, SABIC, Sasol, Shell, Suez, SCG Chemicals, Sumitomo Chemical, Total, Veolia, and Versalis (Eni). irsa
