Agrofarm.co.id, Jakarta- Setiap tanggal 1 Oktober, para pencinta, penikmat, hingga pelaku industri kopi di seluruh penjuru dunia merayakan Hari Kopi Internasional (International Coffee Day).
Bagi penikmatnya, kopi lebih dekat dari orang terdekat. Dicari, dicium dan dinikmat dengan rasa setiap hari. Mungkin pasangan, anak, dan kekasih pun bisa kalah.
Indonesia adalah salah satu penghasil kopi terbesar dunia. Hampir semua dihasilkan petani kopi. Kadang tidak sekit petani tak kebagian nikmat nan sepadan.
“Perubahan iklim membuat petani harus berjuang lebih keras. Bukan hanya mengancam bukan hanya tanaman dan produksi. Cuaca yang ekstrim panas dan curah hujan berlebih menambah resiko petani dan pekerjanya,” ungkap Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Sumarjono Saragih dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).
Menurut Sumarjono, kopi perlu dirawat menyesuaikan iklim. Tanaman tua perlu diremajakan. “Petani dan pekerjanya perlu segera mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan melalui skema pendapatan yang layak (climate risk income) dan perlu ini diperkenalkan,” kata dia.
Sumarjono menjelaskan, setiap sesapan kopi bukan hanya nikmat bagi kita. Tetapi juga menjadi nikmat yang terbagi kepada mereka yang menanam dan merawatnya.
“Karena mungkin saja. kopi adalah minuman yang kita cari jelang hembusan napas terakhir. Mungkin,” ujar Sumarjono.
