12.9 C
New York

Buka Peluang Kewirausahaan Industri, Kemenperin Gelar Pelatihan Vokasi di Bali

Published:

Agrofarm.co.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi dinamika kebutuhan dunia kerja. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui sinergi antara Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur dalam menyelenggarakan Diklat Optimalisasi Pemasaran melalui Media Sosial dan Teknisi AC Residential.

Program pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Kemenperin dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus membuka peluang kewirausahaan melalui penguasaan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Adie Rochmanto Pandiangan, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi SDM menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing industri nasional. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan perlu terus diarahkan agar mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang semakin dinamis.

“Penguatan SDM industri tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga harus mampu membangun kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pasar. Melalui pelatihan yang tepat sasaran, kami ingin menciptakan tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan memiliki peluang lebih luas untuk berkembang,” ujar Adie dalam keterangannya, Jumat (16/10).

Menurut Adie, transformasi industri yang berlangsung saat ini menuntut tersedianya tenaga kerja dengan keterampilan yang semakin beragam. Di satu sisi, perkembangan teknologi digital telah mengubah pola pemasaran dan interaksi antara pelaku usaha dengan konsumen. Di sisi lain, kebutuhan terhadap tenaga kerja terampil pada bidang teknis dan jasa penunjang industri juga terus berkembang.

Dalam konteks tersebut, pelatihan pemasaran digital dan teknisi pendingin ruangan memiliki nilai strategis karena memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan secara langsung, baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan kegiatan usaha secara mandiri.

“Kami mendorong agar program pendidikan dan pelatihan vokasi industri tidak berhenti pada proses pembelajaran, tetapi benar-benar menghasilkan kompetensi yang dapat diterapkan. Dengan demikian, peserta memiliki bekal untuk meningkatkan produktivitas, memperoleh pekerjaan, maupun menciptakan peluang usaha baru,” ungkapnya.

Adie juga menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga pelatihan dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan vokasi yang berkualitas. Sinergi tersebut dinilai dapat mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas, tenaga pengajar, dan sumber daya pelatihan untuk menghasilkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Bekali Keterampilan Digital dan Teknis

Sementara itu, Kepala Balai Diklat Industri Denpasar, Arga Mahendra, menyampaikan bahwa kerja sama dengan BPVP Lombok Timur merupakan wujud sinergi dalam meningkatkan kompetensi masyarakat melalui pelatihan berbasis keterampilan praktis.

 

Menurutnya, kedua bidang pelatihan yang diselenggarakan memiliki karakteristik berbeda, tetapi sama-sama diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi peserta dalam menghadapi kebutuhan dunia kerja dan mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri.

“Kerja sama antara BDI Denpasar dan BPVP Lombok Timur merupakan bentuk sinergi dalam mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia, khususnya agar peserta memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri saat ini,” ujar Arga.

Arga menjelaskan, pada bidang Optimalisasi Pemasaran melalui Media Sosial, peserta dibekali pemahaman mengenai pemanfaatan platform digital sebagai sarana untuk membangun merek, mempromosikan produk atau jasa, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan peluang pemasaran.

Pelatihan tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah, terutama bagi masyarakat yang ingin mengembangkan kegiatan usaha dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital.

Sementara itu, melalui pelatihan Teknisi AC Residential, peserta diarahkan untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan teknis yang diperlukan dalam pekerjaan instalasi, perawatan, pemeriksaan, serta perbaikan perangkat pendingin ruangan.

Arga menegaskan bahwa pelatihan teknisi AC tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan praktik, tetapi juga pemahaman mengenai prosedur kerja dan standar keselamatan.

“Melalui pelatihan Teknisi AC Residential, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan teknis yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan instalasi, perawatan, pemeriksaan, serta perbaikan AC residential sesuai prosedur kerja dan standar keselamatan yang berlaku,” tuturnya.

Dorong Sertifikasi Kompetensi

Lebih lanjut, Arga menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan pelatihan akan dilanjutkan dengan uji kompetensi berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa kompetensi yang diperoleh peserta dapat diukur berdasarkan standar yang berlaku.

“Seluruh proses pembelajaran dan praktik selama pelatihan hendaknya dipersiapkan sebagai bagian dari pembentukan kompetensi yang akan diuji. Kami berharap peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk benar-benar meningkatkan kemampuan, bukan sekadar berorientasi pada kelulusan,” katanya.

Arga menambahkan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan komitmen peserta menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelatihan. Oleh sebab itu, peserta didorong untuk aktif mengikuti pembelajaran, berdiskusi dengan instruktur, serta memanfaatkan seluruh kesempatan praktik yang tersedia.

Menurutnya, keberhasilan program pelatihan tidak semata-mata diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat memberikan manfaat nyata setelah peserta menyelesaikan seluruh rangkaian program.

“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini, peserta memiliki peningkatan kemampuan yang dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja, mengembangkan usaha, maupun membuka peluang kerja secara mandiri,” tegas Arga.irsa

 

Related articles

Recent articles