12.6 C
New York

Sawit Jadi Motor Transformasi Ekonomi Paser, 298 Pekebun Diperkuat Kompetensi Budidaya Modern

Published:

Agrofarm.co.id, Balikpapan – Kelapa sawit kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penggerak utama transformasi ekonomi Kabupaten Paser.

Di tengah upaya pemerintah daerah mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan, perkebunan sawit rakyat tampil sebagai pilar baru yang menopang pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli, melalui sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Paser, Djoko Bawono, saat membuka Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit yang diikuti 298 pekebun pada 3 Agustus 2026 di Balikpapan.

Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit yang diselenggarakan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian, pada 2-7 Agustus 2026, di hotel ternama di Balikpapan.

Dalam sambutan tersebut, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Paser terus mendorong transformasi ekonomi melalui penguatan sektor-sektor nonpertambangan, seperti perkebunan, pertanian, peternakan, dan pariwisata. Strategi ini ditempuh agar struktur ekonomi daerah semakin tangguh, berkelanjutan, dan tidak bergantung pada sumber daya tambang yang suatu saat akan habis.

“Alhamdulillah, upaya transformasi ekonomi ini sudah menunjukkan hasil positif. Kontribusi sektor pertambangan yang sebelumnya berkisar 60 hingga 70 persen kini turun menjadi sekitar 54 persen pada 2025. Ini menunjukkan sektor-sektor non-tambang mulai tumbuh dan memperkuat perekonomian Kabupaten Paser,” ujar Djoko membacakan sambutan Bupati.

Di antara sektor nonpertambangan tersebut, kelapa sawit menjadi salah satu kontributor terbesar. Saat ini terdapat sekitar 54 ribu pekebun sawit di Kabupaten Paser atau sekitar 17 persen dari total 315.033 penduduk. Sektor ini juga menyumbang sekitar 8 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sekaligus menyerap 54 ribu tenaga kerja.

Data tersebut menunjukkan bahwa sawit bukan hanya komoditas unggulan, tetapi juga menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Kehadiran perkebunan sawit rakyat menciptakan peluang usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, serta membuka lapangan kerja yang luas di berbagai wilayah Kabupaten Paser.

Potensi itu ditopang oleh luas areal perkebunan yang mencapai 198.990,45 hektare, dengan komoditas kelapa sawit mendominasi hingga 92,13 persen dari total luas perkebunan.

Penguatan SDM Jadi Investasi Masa Depan

Besarnya kontribusi sawit terhadap perekonomian daerah, menurut Bupati, harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pekebun. Karena itu, pelatihan teknis budidaya menjadi investasi penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing perkebunan rakyat.

Menurutnya, petani tidak lagi cukup mengandalkan pengalaman turun-temurun, tetapi harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan inovasi budidaya agar hasil kebun semakin optimal.

“Kita harus menyadari bahwa di era modern ini mengandalkan pengalaman turun-temurun saja tidak lagi cukup. Kita harus selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian terbaru,” demikian pesan Bupati.

Melalui pelatihan tersebut, para pekebun dibekali teknik budidaya yang lebih efektif, efisien, dan produktif. Bupati juga mendorong seluruh peserta memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi dengan para narasumber serta saling berbagi pengalaman agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan langsung di kebun masing-masing.

Komitmen Perkuat Sawit Rakyat

Komitmen Pemerintah Kabupaten Paser terhadap pengembangan perkebunan rakyat tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan kapasitas SDM, tetapi juga lewat berbagai program strategis. Sepanjang periode 2017–2023, pemerintah daerah telah mengalokasikan lebih dari Rp210,6 miliar untuk Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Selain itu, Pemkab Paser memfasilitasi penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB), memperkuat kemitraan dengan pabrik kelapa sawit, menyalurkan bantuan bibit, pupuk, dan sarana produksi, hingga mendampingi pekebun menuju sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Hingga akhir 2025, lebih dari 5.000 STDB telah diterbitkan secara gratis sebagai bentuk kepastian hukum sekaligus penguatan tata kelola perkebunan rakyat.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, APKASINDO, serta AKPY atas sinergi yang terus dibangun dalam meningkatkan kualitas SDM pekebun.

Mengakhiri sambutannya, Bupati memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar bangga menjadi petani sawit dan terus meningkatkan kompetensi.

“Kesuksesan itu bukan hanya milik mereka yang berdasi atau duduk di balik meja kantor. Kesuksesan adalah milik siapa saja yang mau bekerja keras dan bekerja cerdas demi kesejahteraan keluarga. Saudara semua adalah pejuang sejati penggerak roda ekonomi rakyat,” jelas dia.

Related articles

Recent articles