10.3 C
New York

RI Ekspor Perdana Durian Beku ke China Senilai Rp2,08 Miliar

Published:

Agrofarm.co.id, Guangxi- Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI menyambut baik keberhasilan ekspor perdana durian beku asal Indonesia yang telah tiba di Pelabuhan Qinzhou, China.

Ekspor perdana 23 ton durian beku produksi PT Amerta Nadi Agro Cemerlang dari Sulawesi Tengah senilai USD 123,84 ribu atau sekitar Rp2,08 miliar ini tiba di Negeri Tirai Bambu pada Selasa, (6/1/2026).

Kesuksesan ekspor ini merupakan hasil sinergi Kedutaan Besar RI Beijing dan Kemendag RI melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI Beijing dalam membuka komunikasi antara pelaku usaha durian Indonesia dengan calon pembeli di  China untuk membeli durian langsung dari Indonesia.

Atase Perdagangan (Atdag) RI Beijing Budi Hansyah menyampaikan, ekspor durian beku ini menjadi bukti nyata diterimanya standar kualitas hortikultura Indonesia di pasar global. Pencapaian tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat posisinya sebagai pemasok produk hortikultura berkualitas tinggi di pasar internasional.

“Ekspor langsung ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat posisi di pasar global. Durian beku yang dikirimkan telah memenuhi berbagai standar yang ditetapkan otoritas China mulai dari keamanan pangan, kesehatan tumbuhan, hingga persyaratan mutu produk,” ujar Budi dalam siaran persnya, Kamis (15 Januari 2026).

Budi menambahkan, masuknya durian beku Indonesia ke pasar China telah memperoleh persetujuan Badan Karantina RI serta diproses sesuai ketentuan kepabeanan dan melalui pengawasan karantina yang berlaku di China.

“Hal ini menegaskan kepercayaan otoritas China terhadap sistem karantina serta jaminan mutu produk pertanian Indonesia,” jelasnya.

Durian beku Indonesia ini akan diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti durian potong bercangkang, daging durian beku, durian kering, durian kering beku, dan pasta durian untuk didistribusikan ke berbagai wilayah di China.

Melihat besarnya potensi durian olahan di pasar China, Budi pun mengajak para pelaku usaha Tanah Air untuk menjajaki peluang ekspor durian bernilai tambah ke China.

“Kemendag terus memotivasi para pelaku usaha di tanah air untuk merambah produk olahan bernilai tambah. Hal ini mengingat besarnya potensi pasar di China yang menunjukkan minat tinggi terhadap varian produk seperti durian kering hingga pasta durian.

Dengan produk bernilai tambah ini, daya saing produk lokal di kancah internasional akan semakin meningkat,” kata Budi.

Budi menegaskan, Kemendag akan terus memfasilitasi promosi dan penguatan jejaring bisnis agar lebih banyak produk unggulan Indonesia dapat bersaing di pasar China.

“Kami terbuka untuk berdiskusi, berbagi informasi, dan menghubungkan para pelaku usaha. Kami juga mengundang mitra Tiongkok untuk bekerja sama dengan Indonesia agar dapat membangun hubungan yang kuat dan menciptakan perdagangan yang lebih sukses bersama,” kata Budi.

Direktur PT Amerta Nadi Agro Cemerlang, I Putu Agus Candranata, mengapresiasi dukungan pemerintah dalam mendorong ekspor produk hortikultura. Dukungan ini hadir mulai dari informasi pasar, komunikasi dengan calon pembeli, hingga persiapan pengiriman.

“Kami berterima kasih kepada Atdag RI Beijing atas bimbingan yang diberikan, mulai dari fasilitasi komunikasi dengan otoritas setempat, bantuan pengurusan dokumen ekspor, hingga penyediaan informasi pasar. Pengiriman ekspor perdana dapat terlaksana dengan baik dan mendukung ekspansi pasar durian Indonesia,” ujar Agus.

Related articles

Recent articles