19.4 C
New York

KKP Identifikasi 30.000 Ha Tambak Ikan Rusak Akibat Banjir di Aceh

Published:

Agrofarm.co.id, Jakarta-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengidentifikasi sekitar 30.000 hektare tambak budidaya perikanan rusak imbas banjir besar yang melanda Aceh beberapa waktu lalu.

Kerusakan tingkatnya bervariasi, mulai ringan hingga sangat berat, mengakibatkan lebih dari 30.000 pembudidaya mengalami kerugian.

“Tidak hanya di Pidie Jaya, yang dilaporkan seluruh Aceh ada sekitar 30.000 hektare,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat meninjau lokasi budidaya terdampak banjir di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (8/1/2026).

Selain di Pidie Jaya, Menko Zulhas bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono hari ini, Jumat (9/1)  juga meninjau lokasi budidaya perikanan terdampak di Kabupaten Bireun, dan Aceh Utara.

Menteri Trenggono merinci, tambak yang mengalami kerusakan imbas banjir terjadi di 16 kabupaten/kota di Aceh.

Kabupaten Aceh Utara menjadi yang paling terdampak dengan luasan lebih dari 10 ribu hektare disusul Kabupaten Bireun (4,9 ribu hektare) dan Aceh Tamiang (3,4 ribu hektare).

Tambak-tambak rusak berada di wilayah daratan dan juga pesisir dengan komoditas yang dikembangkan seperti udang, bandeng, kakap, kerapu, lele, nila, mas, serta patin.

“Kami sudah melakukan identifikasi. Tambak terdampak yang rusaknya sangat berat ada sekitar 300an hektare, sisanya didominasi kerusakan ringan hingga berat” ungkap Menteri Trenggono.

Related articles

Recent articles