20.8 C
New York

INSTIPER Telah Terapkan Ekosistem Pembelajaran Berbasis Digital

Published:

Agrofarm.co.id, Yogykarta- INSTIPER merupakan Perguruan Tinggi Swasta dengan kompetensi inti (core competency) di bidang perkebunan dan kehutanan yang telah berdiri sejak 10 Desember 1958.

Seiring dan sejalan dengan irama dinamika perubahan faktor internal maupun eksternal, INSTIPER meluncurkan inisiatif strategis (initiative strategy) dalam bentuk transformasi pembelajaran dengan platform digital yang menjadi fondasi terbangunnya ekosistem pembelajaran berbasis digital (INSTIPER Digital Learning Ecosystems).

Inisiatif tersebut adalah program sistemik dan terstruktur yang diciptakan dalam menjaga kontinyuitas peningkatan kinerja INSTIPER yang telah berjalan selama 6 tahun terakhir, diawali di tahun 2018 akhir.

“INSTIPER memahami bahwa saat ini dan di masa lima hingga sepuluh tahun ke depan diperlukan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu beradaptasi secara aktif terhadap perubahan yang disruptif pada lanskap pendidikan yang dipicu oleh perubahan cepat dan kompleks dari dunia usaha dan bisnis serta perubahan demografi penduduk yang akan didominasi oleh generasi Z,” ungkap Rektor INSTIPER Harsawardana pada acara Dies Natalis ke-67 ,Rabu (10 Desember 2025).

Dalam satu dekade terakhir, faktor eksternal yaitu PESTLE (Politics, Economy, Social, Technolgy, Law, Environment ), faktor lestari dan berkelanjutan dalam berbagai aspek (sustainability), faktor geopolitik dan geoekonomi serta perubahan iklim yang ekstrim.

Imbasnya telah mendorong perubahan signikan di banyak aspek kehidupan memaksa banyak pihak berpikir keras untuk mendesain ulang semua bentuk aktivitasnya, termasuk entitas perguruan tinggi

Oleh sebab itu, INSTIPER menyadari bahwa fenomena ini harus dijawab secara positif dan justru dipandang sebagai sebuah peluang untuk melakukan perubahan fundamental dalam bisnis prosesnya

Kurikulum dan pembelajaran yang sejak 20 tahun terakhir dikembangkan melalui konsep dan pendekatan “link and match” yang diimplementasikan memakai wahana kemitraan strategis yaitu program University  Industry Partnership fokus pada kebutuhan spesifik yang diterjemahkan dalam bentuk minat khusus dan kompetensi unik pada program studi.

Sasarannya adalah relevansi hasil pembelajaran dengan kebutuhan yang berarti tercapainya capaian pembelajaran (learning outcomes) lulusan dengan knowledge (pengetahuan), skill (keahlian/keterampilan) dan attitude (sikap dan karakter) yang dibutuhkan oleh dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja.

Desain transformasi kurikulum dan metode pembelajaran bertujuan membangun kompetensi melalui pendekatan competency block yang bersifat modular, fleksibel dan adaptif sehingga mampu mengantisipasi perubahan yang cepat.

Teknologi adalah faktor kunci yang harus ditanamkan  (embedded) baik sebagai penguat kompetensi utama (major) dan pendukung (minor) maupun sebagai sarana prasana proses pembelajaran.

Menurut dia, INSTIPER telah meletakkan fondasi dan pilar untuk pelaksanaan tranformasi tahun ini, disamping memberi kesempatan mahasiswa untuk mengembangkan bakat dan soft skill melalui kegiatan ekstrakurikuler yang terdiri dari 27 organisasi .

Pilar penyokong utama dari transformasi adalah kegiatan kokurikuler melalui INSTIPER Academy. Sehingga mahasiswa akan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh kemampuan dasar dalam aspek Communication, Collaboration, Critical Thinking, Creative Thinking, Computational Logic dan Compassion untuk melengkapi kompetensi yang telah diperoleh di bangku kuliah (intrakurikuler).

“Kombinasi sinergis antara ko-kurikuler dan intra-kurikuler juga didukung oleh pilar lain yaitu platform digital berupa jaringan internet dan intranet sebagai realisasi program interconnectivity di INSTIPER bagian komponen terpenting dari konsep ekosistem pembelajaran berbasis digital INSTIPER – INSTIPER Digital Learning Ecosystems,” jelas Harsawardana.

Related articles

Recent articles