Agrofarm.co.id, Jakarta- Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Atase Perdagangan (Atdag) di Turki memfasilitasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mempresentasikan produk unggulan (pitching), berupa produk rempah-rempah.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Jumat, (21/2) ini bertujuan untuk menjaring UMKM potensial ekspor dengan target pasar Uni Eropa, khususnya Turki.
Pitching diikuti pelaku UMKM PT Skylar Terra International (Skylar Terra) dengan produk utama rempah-rempah.
Skylar Terra sedang mencari peluang ekspor ke Turki dan telah memiliki perwakilan yang berdomisili di Istanbul.
Produk unggulan Skylar Terra untuk pasar Turki di antaranya lada hitam, kayu manis, cengkeh, dan kelapa kering.
Turut berpartisipasi pada sesi pitching ini, yaitu perwakilan dari Indonesia Diaspora Network yang berperan mendiseminasi informasi keberadaan produk-produk potensial Indonesia di kawasan yang memiliki diaspora Indonesia.
Dalam pitching, Atdag Ankara Banny Ramadhani memberikan penjelasan singkat mengenai potensi produk rempah-rempah Indonesia di pasar Turki. Ia optimistis produk rempah-rempah dapat semakin diterima di pasar Turki.
“Informasi mengenai produk-produk Skylar Terra yang kami terima dalam pitching kali ini akan digunakan untuk kami promosikan ke pembeli potensial Turki. Kami semakin optimistis produk rempah-rempah UMKM Indonesia dapat semakin diterima di Pasar Turki,” tegas Banny dalam siaran persnya, Kamis (13/3/2025).
Banny menambahkan, Indonesia dan Turki tengah berunding untuk menyelesaikan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Turki (Indonesia-Turkey CEPA). Perundingan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di Turki.
“Indonesia dan Turki sedang menjajaki perjanjian perdagangan bilateral. Pembeli Turki memiliki karakteristik yang kurang terbuka dengan budaya asing, serta tingkat sensitivitas harga yang tinggi, namun tetap mementingkan kualitas produk. Untuk itu, perlu strategi dan pendekatan pasar yang tepat dalam menembus pasar Turki,” jelas Banny.
Pitching akan ditindaklanjuti dengan pengiriman contoh produk kepada Atdag Ankara. Teknis pengiriman contoh tersebut akan didiskusikan secara langsung antara Skylar Terra dan Atdag Ankara.
Pada kegiatan tersebut, perwakilan Skylar Terra menyampaikan, pitching berjalan dengan lancar dan Atdag Ankara Turki sangat komunikatif dan informatif terkait kondisi di Turki, khususnya dalam aspek perekonomian.
Menurutnya, kegiatan ini semakin membuka wawasan terkait produk yang dapat dipasarkan di negara tersebut dan pihaknya akan mengirimkan contoh produk terbaik.
Skylar Terra berharap calon buyer yang akan menerima contoh produk dapat tertarik dan dapat dilanjutkan dengan penjajakan bisnis (business matching) sebagai langkah awal untuk memulai proses ekspor.
Dalam lima tahun terakhir, (2020-2024), tren ekspor produk lada hitam, kayu manis, dan cengkeh dari Indonesia ke Turki terus meningkat.
Pada 2024, nilai ekspor lada hitam Indonesia ke Turki mencapai USD 337 ribu atau melonjak 250,13 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 96 ribu.
Sementara itu, ekspor kayu manis dari Indonesia ke Turki pada 2024 tercatat sebesar USD 392 ribu atau naik 4,57 persen dari tahun sebelumnya.
Kemudian, ekspor cengkeh pada tahun tersebut tercatat sebesar USD 4,06 juta, melonjak 201,26 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 1,35 juta.
Total perdagangan Indonesia ke Turki tercatat sebesar USD 2,40 miliar, naik 12,29 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 2,14 miliar.
Pada tahun tersebut, ekspor Indonesia ke Turki tercatat sebesar USD 1,94 miliar dan impor Indonesia dari Turki tercatat sebesar USD 461,20 juta.
Dengan demikian, pada tahun tersebut, Indonesia menikmati surplus neraca dagang sebesar USD 1,48 miliar. Dian
