20.8 C
New York

Sawit Miliki Peran Penting dalam Kesehatan hingga Keanekaragaman Hayati

Published:

Agrofarm.co.id, Bali-Minyak sawit memiliki peran penting dalam ekonomi global, dengan sebagian besar penelitian mengenai komoditas ini berfokus di Asia Tenggara.

Namun, studi terbaru yang dilakukan oleh Michael Pashkevich dari Luke University, Finlandia, menyoroti pentingnya minyak sawit di Afrika (benua asal tanaman ini) serta bagaimana masyarakat setempat telah memanfaatkannya selama ratusan tahun.

Hal ini disampaikan Michael di dalam konferensi International Conference on Oil Palm and Environment (ICOPE) 2025 di Sanur, Bali.

Michael menyatakan, bahwa penelitian ini dilakukan secara sistematis dengan meninjau 757 studi dari 36 negara di Afrika.

Studi tersebut mengeksplorasi berbagai aspek kelapa sawit, mulai dari pengaruhnya terhadap kesehatan manusia hingga dampaknya terhadap ekosistem dan keanekaragaman hayati.

Salah satu temuan utama dalam penelitian ini adalah bahwa konsumsi minyak sawit di Afrika banyak dikaji dari sisi dampaknya terhadap kesehatan manusia.

Misalnya, dibandingkan dengan singkong, minyak sawit memiliki peran tersendiri dalam pola konsumsi masyarakat. Selain itu, sawit asli Afrika juga digunakan untuk memproduksi arak tradisional.

Pashkevich juga menyoroti peran sawit dalam ekosistem pertanian masyarakat. Di Liberia, misalnya, sawit dapat ditemukan di tiga habitat utama, yakni hutan hujan – tempat sawit tumbuh secara alami.

Ladang berpindah masyarakat lokal, setelah dibuka dengan pembakaran, sawit tetap bertahan sebagai tanaman tambahan.

Perkebunan industri – dikelola oleh perusahaan besar seperti Grup Sinar Mas dengan sistem yang mirip dengan di Asia Tenggara.

“Di beberapa wilayah, masyarakat kembali ke lahan yang sebelumnya digunakan untuk berladang dan mengolah hasil panennya dengan cara tradisional untuk mendapatkan minyak sawit merah,” ujar Michael, Kamis (13/2/2025).

Penelitian ini juga mereplikasi studi yang dilakukan di Indonesia selama tiga tahun terakhir untuk memahami bagaimana ekosistem sawit berkembang di Afrika Barat. Beberapa temuan menarik dari penelitian ini antara lain, Penemuan dua spesies laba-laba baru, hasil dari kolaborasi antara akademisi dan industri dalam memasang perangkap di perkebunan sawit.

Perubahan biodiversitas- budidaya sawit mengubah komunitas spesies lokal. Perkebunan sawit masyarakat lebih menyerupai hutan hujan dalam hal keanekaragaman burung, kelelawar, vegetasi, dan laba-laba.

Peningkatan ekosistem tertentu – misalnya, jumlah mangsa yang terperangkap oleh jaring laba-laba meningkat, sementara semut memainkan peran penting dalam sistem sawit.

Dukungan terhadap spesies tumbuhan lokal – sawit di hutan hujan memungkinkan beberapa spesies tumbuhan tetap berkembang.

Integrasi antara perkebunan skala kecil dan industri besar – sawit masyarakat dapat memberikan manfaat bagi perkebunan skala besar dengan mengadopsi praktik yang lebih berkelanjutan.

Michael menekankan pentingnya pembelajaran dari praktik sawit di Asia Tenggara untuk diterapkan di Afrika Barat, meskipun dengan mempertimbangkan perbedaan masyarakat dan sejarah di kedua wilayah tersebut.

“Memahami sistem sawit masyarakat di Afrika sangat penting untuk mengembangkan praktik perkebunan yang lebih berkelanjutan,” katanya. “Mari kita pelajari dan perkuat praktik yang telah berlangsung selama ribuan tahun.”

Studi ini membuka jalan bagi riset lebih lanjut mengenai keberlanjutan industri sawit di Afrika, dengan harapan bahwa model yang lebih ramah lingkungan dan sosial dapat diterapkan di masa depan. Bantolo

Related articles

Recent articles