Agrofarm.co.id, Jakarta-Direktur Utama Bulog, Mayor Jenderal TNI, Novi Helmy Prasetya mengatakan bahwa pemerintah optimis mampu melakukan serapan gabah 3 juta ton setara beras dalam 3 bulan ke depan.
“Karena itu saya minta kerjasamanya di lapangan. Tidak ada kata lain apa yang menjadi sasaran kita dalam mewujudkan swasembada harus segera dilaksanakan dan Insyaallah 3 bulan ke depan target 3 juta ton optimis bisa kita capai,” kata dia, Minggu 9 Februari 2025.
Sejauh ini, Novi menegaskan bahwa capaian serapan gabah sudah mencapai 45 ribu ton dari hasil serapan gabah panen raya. Angka tersebut terus bertambah seiring penyerapan di semua daerah.
“Sampai saat ini sudah 45 ribu ton yang sudah kita serap. Insyaallah 2-3 bulan ke depan kita capai 3 juta,” jelas dia.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono yang juga merupakan dewan pengawas Bulog mengatakan bahwa serapan gabah dalam negeri mutlak dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan stok nasional.
“Swasembada itu adalah prioritas dari Presiden yang harus mampu kita penuhi. Artinya stok nasional harus cukup dan petaninya juga wajib sejahtera. Oleh karena itu Presiden sudah memutuskan HPP nya Rp6.500 dan Bulog ditargetkan 3 juta. Tujuannya adalah harga pembelian gabah di tingkat petani bisa kita jaga sehingga NTP (nilai tukar petani) meningkat. Jadi negara hadir langsung bersentuhan dengan petani,” terang dia.
Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar ini menegaskan bahwa pelaksanaan dan implementasi Bulog dalam melakukan penyerapan harus sesuai dengan keputusan bersama yaitu melakukan pembelian seharga HPP nasional.
“Saya kira ini komitmen yang meyakinkan dari Presiden. Program jelas visi juga jelas tinggal pelaksanaan yang harus kita jaga. Semua sudah diberikan tinggal pelaksanaan yang kita tunggu,” jelasnya. Bantolo
