Agrofarm.co.id, Jakarta-Mulai berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada awal tahun ini menumbuhkan harapan baru bagi penguatan industri pangan nasional. Pasalnya program yang dijalankan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut akan lebih memprioritaskan penggunaan bahan baku lokal dari pada impor.
Merespon peluang tersebut Direktur Utama Holding BUMN Pangan ID Food Sis Apik Wijayanto, menyampaikan, ID Food telah mulai terlibat aktif dalam program prioritas pemerintah tersebut.
Melalui anak perusahaannya, di tahap awal ini ID Food memasok kebutuhan bahan baku untuk MBG, seperti garam, gula, beras, minyak goreng, tepung terigu, kecap manis, dan susu.
“Melalui lini bisnis perdagangan dan distribusi, ID Food memasok bahan baku pangan produksi lokal ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Tangerang, Bandung, Bogor, dan Palu,” ujar dia di Jakarta, Rabu (22/1/2025).
Sis Apik mengatakan, dukungan ID Food dalam program ini akan terus didorong dan diperkuat secara bertahap. Saat ini telah dilakukan penjajakan kerja sama pemenuhan pasokan bahan baku kepada 190 dapur MBG.
“Seiring terus bertambahnya skala pelaksanaan program, kami akan terus tingkatkan angka pasokan bahan baku dan titik distribusi dengan menggandeng yayasan dan koperasi pelaksana atau pengelola SPPG,” sebutnya.
Selain mendorong peningkatan volume pasokan, upaya menambah suplai bahan baku pangan untuk MBG juga akan dilakukan ID Food dengan menambah jenis pangan yang disalurkan, seperti telur ayam dan daging ayam. Pasalnya, ketersediaan pasokan telur ayam dan daging ayam sangat penting untuk mendukung keterpenuhan protein hewani bagi para siswa penerima manfaat.
Untuk mendukung pasokan telur ayam dan daging ayam pada MBG ini, di awal bulan ID Food telah melakukan penandatanganan MoU dengan puluhan koperasi dan asosiasi peternak ayam dan petelur.
“Para peternak lokal tersebut sebelumnya pernah bermitra sebagai suplier dalam program bantuan pangan stunting tahun 2024 yang dijalankan ID Food.
Sehingga dipastikan telur ayam dan daging ayam yang siap dipasok untuk MBG merupakan 100% produksi peternak lokal,” paparnya.
Sis Apik memastikan, koperasi dan asosiasi yang telah digandeng untuk mendukung program ini tersebar di provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur.
“Sebagai persiapan, kita sekarang secara reguler terus melakukan monitoring stok serta harga telur ayam dan daging ayam di masing-masing koperasi. Apabila nanti sudah berjalan dapat langsung diserap untuk kita salurkan.
Diharapkan keberadaan ID Food sebagai stanby buyer dapat membantu stabilitas harga beli di hulu, sehingga turut menjaga keberlanjutan usaha peternak lokal,” terangnya.
Menurut Sis Apik, ID Food telah berpengalaman dalam pelaksanaan penyerapan dan penyaluran komoditas telur ayam dan daging ayam.
Mengingat dalam dua tahun terakhir perusahaan yang memiliki 16 anak perusahaan di bidang pangan dan non pangan tersebut telah sukses menyalurkan bantuan pangan paket telur ayam dan daging ayam bagi 1,4 juta Keluarga Risiko Stunting (KRS) di 7 provinsi.
“Dalam program bantuan pangan stunting, kurang lebih pertahun kami menyalurkan sebanyak 8,6 juta paket telur ayam dan daging ayam. Jumlah ini dapat dipenuhi melalui kerja sama yang baik dengan ribuan peternak lokal yang tergabung ke dalam koperasi dan asosiasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sis Apik menuturkan, peran aktif ID Food dalam program MBG ini juga merupakan bentuk komitmen perusahaan mendukung suksenya program 100 hari Presiden Prabowo.
Langkah ini juga dukungan untuk percepatan swasembada pangan, diharapkan melalui penyerapan produk pertanian dan peternakan lokal untuk bahan baku MBG, maka ekosistem pangan nasional akan semakin kuat.
“Januari 2025 ini sudah masuk 100 hari kepemimpinan Presiden Prabowo, bertepatan dengan mulai diluncurkannya program MBG pada Januari ini. Dukungan lintas stakeholder sangat penting untuk memastikan program tersebut tepat sasaran, guna mewujudkan tujuan Indonesia Emas 2045,” paparnya.
Selain itu, tambahnya, sesuai arah kebijakan Kementerian BUMN, pembentukan Holding Pangan ID Food yang saat ini sudah berusia 3 tahun ini bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan, peningkatan daya saing industri pangan nasional, dan inklusivitas petani, peternak, nelayan, serta UMKM. “Program MBG ini tentunya sejalan dengan misi besar tersebut,” sebutnya. Bantolo
