13.4 C
New York

Bulog Tegaskan Komitmen Serap Gabah Petani Sesuai HPP dan Kualitas

Published:

Agrofarm.co.id, Lampung-Direktur Utama Perum Bulog Wahyu Suparyono mengungkapkan komitmennya dalam menyerap hasil produksi petani sesuai kriteria yang telah ditetapkan.

Ia menyampaikan, selain ketetapan mengenai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dan beras, Bulog juga diberikan keleluasaan menyerap gabah di luar kualitas yang telah ditetapkan HPP melalui kebijakan rafaksi harga gabah.

Rafaksi gabah juga diatur di dalam Kepbadan No 2 tahun 2025. Rafaksi merupakan pengurangan terhadap harga gabah yang dijual ke Perum Bulog karena mutunya lebih rendah dari standar yang ditetapkan.

Wahyu menambahkan bahwa Bulog melalui Satuan Kerja (Satker) penyerapan gabah beras beserta didukung seluruh penggilingan padi Mitra Kerja Pengadaan BULOG seluruh Indonesia secara serentak akan melakukan penyerapan gabah beras sesuai dengan kualitas dan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah, adapun standar kualitas dan harga gabah beras yang ditetapkan oleh pemerintah serta rafaksi harga terhadap gabah beras di luar kualitas

“Jadi ini pada posisi Rp 6.500 per kg itu pada maksimal kadar air 25 persen dan kadar hampa maksimal 10 persen kita serap. Namun pada saat kadar air di atas 26-30 persen dan kadar hampa 11-15 persen, itu kita tetap beli/serap dengan harga Rp 5.750 per kg sesuai ketentuan rafaksi harga. Saya sudah minta ke seluruh Pimwil untuk berpedoman pada ketentuan ini,” ujar Wahyu, saat menghadiri ‘Rapat Koordinasi Bidang Pangan’ di Makassar, Sulawesi Selatan pada Jumat (17/1/2025).

Wahyu Suparyono mengungkapkan bahwa dengan adanya perubahan harga ini diharapkan petani mendapatkan harga yang baik dan pemerintah melalui Perum Bulog dapat dapat melakukan penyerapan hasil panen untuk pemupukan stok cadangan pangan pemerintah (CPP) secara maksimal.

Bulog berharap produksi padi tahun ini meningkat secara kuantitas dan kualitas serta lebih baik dari tahun sebelumnya sehingga Bulog dapat memaksimalkan penyerapan dari hasil petani dalam negeri.

Bulog memiliki komitmen melakukan pelayanan yang baik kepada petani dan kelompok tani yang ingin menjual gabah atau berasnya dengan one day service yaitu gabah/beras yang telah dibeli/ditransaksikan oleh Satuan Kerja Pengadaan Bulog dan/atau yang telah dijual ke gudang Bulog terdekat akan langsung dilakukan pembayaran pada saat hari transaksi.

Selain itu Bulog juga memiliki Infrastruktur Sentra Penggilingan Padi Modern sebanyak 10 titik yang tersebar di wilayah surplus beras.

Dengan adanya Sentra Penggilingan Padi (SPP) ini Perum Bulog dapat melakukan penyerapan dengan lebih fleksibel dan melakukan penyerapan gabah berikut dengan beberapa kondisi gabah yang diatur didalam Keputusan Badan Pangan Nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menggarisbawahi pentingnya kerja sama semua pihak terkait. Dengan adanya Rakor Bidang Pangan yang digelar secara bergiliran di daerah-daerah sentra padi, akan mendorong setiap daerah untuk terus bekerja sama memaksimalkan penyerapan hasil petani.

“Kita akan panen raya pada akhir februari hingga april mendatang. Karena itu kita harus kerja ekstra dan bersinergi. Tidak mungkin Bulog bekerja sendirian. Dan rakor pangan ini kita gelar di sini. Terakhir nanti di Sumut. Sulsel daerah andalan untuk pangan nasional, untuk mewujudkan swasembada pangan,” ujar Menko Zulhas.

Sesuai Keputusan Badan Pangan Nasional (Kepbadan) Nomor 2 tahun 2025 tentang Perubahan Atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan Rafaksi Harga Gabah dan Beras, standar kualitas GKP untuk harga Rp 6.500 per kg ditetapkan kadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa maksimal 10 persen. Dengan standar kualitas tersebut, beras yang disalurkan kepada rakyat merupakan beras yang bermutu. Bantolo

Related articles

Recent articles