Agrofarm.co.id, Bogor-Swasembada energi menjadi prioritas utama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menjalankan misi mewujudkan program Asta CIta di sektor ESDM yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Berbagai langkah strategis terus diuapayakan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia salah satunya melalui impementasi program biodiesel.
Bahlil juga optimis pemerintah mampu memasifkan penggunaan Biodiesel dan konversi kendaraan bermotor dari energi fosil ke kendaraan berbasis listrik.
Hal ini sebagai langkah taktis menekan impor BBM dan menjalankan komitmen energi hijau yang berkelanjutan.
“Kita sudah memasuki campuran biodiesel sebesar 40 persen (B40), 2026 kita sudah masuk ke B50. Arahan Bapak Presiden (Prabowo) kepada saya, segera mencapai B60 dan B70,” tegas Bahlil saat menghadiri acara Silaturahim Kerja Nasional (Silaknas) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/12).
Berdasarkan data Kementerian ESDM, sektor transportasi telah menyumbang paling besar untuk konsumsi BBM nasional sebesar 49 persen, disusul sekor industri 34 persen, 8 persen dari sektor ketenagalistrikan dan sektor aviasi atau penerbangan menyumbang 6 persen.
Hal lain yang disoroti Bahlil adalah hilirisasi. Ia kembali menegaskan dampak positif hilirisasi akan mampu menstimulus pertumbungan ekonomi sebesar 8 persen sebagaimana yang ditergetkan Presiden Prabowo. Melalui hilirisasi di sektor tambang dan migas akan membuka banyak peluang kerja baru.
“Nanti kalau sudah hilirisasi tidak ada lagi anak-anak lulus kuliah hanya bermimpi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), sudah mulai memikirkan bagaimana terjun di industri energi,” ujar dia. Natalia Lee
