Agrofarm.co.id, Jakarta-Holding Pangan ID Food melalui anak perusahaannya PT Rajawali Nusindo menerima penghargaan atas kontribusinya dalam upaya percepatan penurunan stunting di provinsi Banten.
Penghargaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tersebut diserahkan oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji, didampingi Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.
SEVP Purchasing & Market Development PT Rajawali Nusindo (Nusindo) Tubagus Muklis, mengatakan, penghargaan diberikan atas prestasi dan komitmen Nusindo dalam program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana.
Selain itu, Nusindo dinilai berkontribusi dalam upaya percepatan penurunan stunting dan mewujudkan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas tahun 2045.
“Penghargaan ini wujud komitmen Nusindo mendukung program pemerintah dalam intervensi penurunan stunting serta penguatan program Keluarga Berencana,” kata Muklis di Jakarta, Jumat (1/11/2024).
Adapun, ID FOOD telah melakukan penyaluran bantuan pangan penanganan stunting di provinsi Banten dalam dua tahun terakhir, yaitu pada tahun 2023 dan tahun 2024.
“Pada tahun 2024 ID FOOD melalui Nusindo menyalurkan 552 ribu paket bantuan penanganan stunting berupa telur ayam dan daging ayam kepada 92 ribu Keluarga Risiko Stunting (KRS) di provinsi Banten. Jumlah tersebut telah disalurkan 100%,” ujarnya.
Penyaluran di provinsi Banten dilakukan di 8 kabupaten/kota yang terdiri dari Kota Cilegon dengan penerima sebanyak 4 ribu KRS, Kota Serang 6 ribu KRS, Kab. Lebak 13 ribu KRS, Kab. Pandeglang 19 ribu KRS, Kab. Serang 12 ribu KRS, Kota Tangerang 10 ribu KRS, Kota Tangerang Selatan 7 ribu KRS, dan Kab. Tangerang 21 ribu KRS.
Sementara itu Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga BKKBN Wihaji menyampaikan, sebagai bentuk apresiasi dan dukungan upaya penurunan stunting tersebut, pihaknya menyerahkan penghargaan kepada Kabupaten/Kota dan fasilitas kesehatan yang aktif berperan dalam pelayanan KB terintegrasi di Provinsi Banten, serta mitra kerja yang mendukung program ini di lingkungan Perusahaan.
Ia meminta daerah memperkuat percepatan penurunan stunting dan berharap angka stunting dapat ditekan secara signifikan untuk mendukung generasi masa depan Indonesia yang lebih sehat dan produktif.
Saat ini, pihaknya juga akan terus melakukan kegiatan kunjungan untuk memastikan bahwa program Bangga Kencana dan program Percepatan Penurunan Stunting (PPS) berjalan efektif di tingkat daerah.
Pemerintah komitmen untuk mengatasi prevalensi stunting melalui sinergi lintas sektor dengan fokus pada peningkatan kesehatan ibu dan anak serta peran strategis masyarakat setempat.
“Kita berharap angka stunting dapat ditekan secara signifikan untuk mendukung generasi masa depan Indonesia yang lebih sehat dan produktif,” kata Wihaji.
Adapun target penurunan stunting di provinsi Banten tahun 2024 sebesar 23%. Jumlah tersebut merujuk kepada target Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2023-2026.
Untuk tahun 2025, berdasarkan Surat Edaran dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional nomor: B-08318/D.05/PP.06.02/05/2024, target penurunan stunting sebesar 21,3%. Bantolo
