Agrofarm.co.id, Purwakarta – Peningkatan mutu pelayanan terhadap para pelanggan, menjadi prioritas utama yang harus dilakukan PDAM Gapura Tirta Rahayu (GTR) Purwakarta.
Demikian disampaikan oleh Riana A. Wangsadiredja, Plt. Direktur Utama GTR. Untuk mewujudkannya, Riana melakukan akselerasi dan gebrakan dari semua aspek. Saat ini perusahaan air minum milik Pemkab Purwakarta ini sedang memulai proses metamorfosis menjadi perusahaan air minum yang modern.
Tersendatnya pasokan air lebih disebabkan oleh faktor teknis. Mayoritas infrastruktur jaringan perpipaan di PDAM ini sudah tua dan rusak. Perlu segera dilakukan peremajaan. Ada pula karena faktor alam, kata Riana, Senin, (27/9/2024)
Dia mengatakan, tak bisa ditampik bahwa selama ini pasokan air ke para pelanggan belum optimal. GTR terbagi dalam lima wilayah operasional. Satu kantor pusat dan empat kantor cabang.
Wilayah tersebut yakni Purwakarta kota, Purwakarta Utara, Wanayasa-Kiarapedes, Bojong-Darangdan, Plered-Tegalwaru.
Tersendatnya pasokan air di masing-masing wilayah, disebabkan oleh faktor yang berbeda-beda.
Untuk wilayah Wanayasa-Kiarapedes, terganggunya pasokan air karena faktor alam. Sebab, di wilayah ini GTR mengandalkan sumber air dari sungai Cihanjawar dan Cisigung. Musim kemarau panjang sangat berpengaruh terhadap kondisi debit air.
Debit yang menurun, dengan sendirinya mengakibatkan aliran menjadi tak optimal. Padahal sumber air Cihanjawar bukan hanya dipasok untuk Wanayasa-Kiarapedes, tetapi juga untuk wilayah Bojong Darangdan.
Kami akan memanfaatkan sumber air yang baru, yakni mata air Pemandian Kuda yang berada di Kecamatan Bojong. Saat ini sudah sampai ke tahap perencanaan dan persiapan. Sudah dilakukan feasibility study. Kita realisasikan pada 2025, terangnya
Tak berbeda jauh dengan di Wanayasa dan Bojong. Di wilayah Plered-Tegalwaru, juga karena faktor alam. Kemarau membuat aliran air yang berasal dari sungai Ciwangun menjadi kecil.
Jumlah pelanggan di wilayah ini memang masih sedikit. Kurang dari seribu. Namun yang menarik, permintaan masyarakat untuk menjadi pelanggan sangat tinggi sebab umumnya sudah susah jika memanfaatkan air tanah. Ini tantangan.
Makanya kita berupaya mencari sumber air yang baru. Wilayah ini hanya perlu pengembangan. Instalasi masih layak dan bagus, imbuh Riana.
Pasokan air untuk Purwakarta Kota dan Cabang Purwakarta Utara, bersumber dari tiga titik, yakni Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sadang, IPA Ubrug Jatiluhur, dan mata air Cilembangsari, Cigoong yang berlokasi di Kecamatan Bojong.
Purwakarta Utara meliputi sebagian kecil Babakancikao, yakni Perumahan Gandasari di Cigelam, dan sebagian kecil Campaka.
Di wilayah Purwakarta Kota dan Purwakarta Utara yang paling banyak dikeluhkan pelanggan karena di wilayah ini jumlah pelanggannya terbanyak, yakni 24 ribu.
Ada beberapa wilayah yang terkendala pasokan karena elevasinya ada di atas. Misalnya di Kampung bebesaran, Gembong, Purwamekar, dan Perumahan Gandasari.
Penyebabnya, sumber air dari Cilembangsari dan Cigoong tak bisa optimal memasok air ke kota karena banyak titik kecoboran akibat jaringan perpipaan yang sangat tua. Usia Teknisnya sudah lama habis. Debit air memang mencukupi, tapi tak bisa optimal, terutama di wilayah Purwakarta Timur seperti Cimaung, Perumahan BJI dan Dian Anyar.
Jalur ini masih menggunakan pipa asbes sepanjang 23 KM yang belum pernah diganti sejak 1979. Padahal, jika dilakukan peremajaan terhadap instalasi, sangat berpotensi untuk menambah cakupan. Perlu diketahui bahwa kualitas air Cilembangsari-Cigoong lebih bagus dari pada air Jatiluhur, ujar Riana.
Solusi jangka pendek, yakni memperbaiki kebocoran. Sedangkan solusi jangka panjang adalah melakukan peremajaan pada 2025. Persiapannya sudah hampir selesai.
Adapun di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Ubrug masih terbentang pipa asbes sepanjang 12 KM. Ini juga harus diremajakan, mencakup IPA nya itu sendiri.
Problem lain, sambungan pipa yang membentang di Sasak Beusi, Sindangkasih, terputus sejak 2022 silam. Ini berpengaruh terhadap pasokan air ke Kota. Akhirnya Kota hanya mengandalkan pasokan air dari Cilembangsari-Cigoong (yang banyak kebocoran itu), dan IPA Sadang.
Alhamdulillah sambungan pipa di Sasak Beusi disambung kembali. Saat ini sedang dalam proses pengerjaan. Jika sudah kelar, maka pasokan air ke Kota tak bakal lagi bermasalah. Januari 2025 dipastikan sudah memasok Kembali ke Kota, katanya.
GTR punya kendala pada pipa transmisi di IPA Sadang. Sebenarnya IPA ini disiapkan bukan untuk pasokan air ke kota, tetapi ke Babakancikao. Makanya jika IPA Ubrug sudah kembali bisa memasok ke Kota, IPA Sadang bisa fokus ke Babakancikao, khususnya ke daerah Cigelam dan Perumahan Gandasari.
Dengan demikian, jika IPA Ubrug tersambung kembali, Perpipaan Cilembangsari-Cigoong dan diremajakan, maka persoalan air di Purwakarta tak akan bermasalah lagi. Bahkan GTR bisa menambah cakupan baru.
Riana menjelaskan, berubahnya status PDAM dari BUMD ke Perumda, memberi keleluasaan bagi GTR untuk melakukan kerjasama investasi dengan pihak swasta.
GTR akan bekerjasama dengan swasta, tanpa membebani keuangan APBD dengan menerapkan pola kerjasama dengan sistem business to business (B2B).
B2B adalah sistem kerjasama yang paling efektif dan efisien. Perumdam bisa bekerjasama dengan pihak swasta atau badan usaha lain.
Langkah strategi ini diambil karena kondisi keuangan pemerintah daerah yang tidak memungkinkan menggelontorkan modal dalam waktu cepat dan singkat untuk meremajakan seluruh perpipaan yang tua ini.
Skema bisnis yang diterapkan adalah build operate transfer (BOT). Jadi, investor menanamkan modal untuk membangun intake, IPA dan jaringan perpipaan yang baru. Kemudian mereka mengoperasikannya dalam jangka waktu sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak, imbuh Riana.
Selanjutnya, setelah masa kontrak habis dan tidak diperpanjang, maka aset diserahkan dan menjadi milik GTR.
Dalam B2B, GTR berperan dalam pengembangan cakupan sambungan rumah (SR). Jadi, ini simbiosis mutualisme. Swasta memang tak boleh menjual air. Sesuai aturan, penyelenggara atas tarif adalah PDAM. Nantinya keuntungan pihak swasta adalah dari bagi hasil dari tarif.(Adv)
