Agrofarm.co.id, Bojonegoro-Program Wirausaha Muda Mandiri Berdikari (Wismandi) budidaya ayam petelur kelolaan pemuda desa sekitar wilayah operasi PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina mulai menunjukkan hasil manis.
Di tahun ke tiganya, program pemberdayaan ekonomi yang dilaksanakan di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro tersebut telah berhasil membukukan omzet Rp73,78 juta per bulan atau Rp 884,2 juta per tahun.
Dari jumlah tersebut rata-rata kelompok usaha dapat menjual telur sebanyak 2.500 butir lebih atau hampir 150 kilogram telur setiap harinya.
Di awal program, PEPC memfasilitasi pelatihan budidaya ayam petelur dan bibit ayam sekitar 2.000 ekor.
Di tahun kedua dilakukan pengembangan program dengan pembangunan kandang baru yang menampung ayam sebanyak sekitar 1.200 ekor.
Manager JTB Field Agung Prabowo mengatakan, di tahun ketiga ini fokus pengembangan program adalah diversifikasi produk telur menjadi serbuk putih telur yang dijual sebagai bahan makanan olahan.
Peran PEPC adalah memberikan pelatihan dan fasilitas alat pemrosesan telur segar menjadi bubuk.
“Diversifikasi ini tidak hanya meningkatkan pendapatan kelompok, namun juga menambah penerima manfaat program sehingga lebih optimal,” ujar dia dalam keterangan resminya, Selasa (17/9/2024).
Menurutnya, program ini secara tidak langsung turut menciptakan harmoni antara perusahaan dengan masyarakat sekitar wilayah operasi utamanya para pemuda yang juga pernah terlibat di Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) ketika fase project.
Selain itu, diharapkan program ini bisa memanfaatkan peluang dan potensi usaha yang ada di lingkungan sekitarnya.
Kami berharap dengan program ini bisa menumbuhkan pola perilaku entrepreneurship para pemuda karangtaruna, kata Agung.
Setidaknya 32 pemuda yang berperan sebagai pengurus karang taruna terlibat secara langsung dalam kegiatan program Wismandi ini. Sebagian berperan sebagai pengelola kandang budidaya ayam petelur.
Sekitar 161 pemuda anggota karang taruna juga menjadi penerima manfaat program ini dimana mereka memasok telur segar dari kandang kepada 108 pelaku usaha toko kelontong.
Wakil Ketua Karang Taruna Lima Bersaudara Satria Utama mengungkapkan kegembiraannya bisa berkarya dan berkontribusi pada program ini. Natalia Lee
