Agrofarm.co.id, Jakarta-Pemerintah terus menjalankan sejumlah program untuk mewujudkan swasembada gula nasional.
Salah satu langkah konkrit yang dilakukan dengan mendorong penguatan kemitraan tebu rakyat melalui BUMN yang bergerak di sektor industri gula, diantaranya PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau Holding BUMN Pangan ID Food.
Direktur Utama ID Food Sis Apik Wijayanto, mengatakan, salah satu faktor untuk mewujudkan swasembada gula adalah terjaminnya ketersediaan pasokan bahan baku tebu. Hal tersebut dapat terwujud apabila masyarakat atau para petani memiliki minat yang tinggi menanam tebu.
“Upaya mendorong minat masyarakat khususnya petani menanam tebu menjadi bagian dari program prioritas kami. Untuk itu, Pabrik Gula (PG) ID Food Group terus gencar meningkatkan program kemitraan tebu bersama para petani tebu rakyat di sekitar wilayah PG,” ujar dia melalui keterangannya, Rabu, (14/8/2024).
Sis Apik mengatakan, kemitraan yang dijalankan bersifat menguntungkan dengan mengedepankan fairness dan transparansi bagi hasil.
“Pelaksanaan tata kelola kemitraan yang adil dan trasparan menjadi komitmen ID FOOD, sehingga terbukti dapat meningkatkan kepercayaan dan mendorong tumbuhnya angka kemitraan petani tebu yang dijalankan pabrik gula ID Food Group,” jelasnya.
Ia menambahkan, jumlah kemitraan petani tebu bahkan menjadi salah satu indikator kinerja yang harus dipenuhi. Sampai dengan Semester I tahun ini, ID Food telah memiliki jumlah mitra petani tebu sebanyak 25 ribu petani. Jumlah ini telah memenuhi 93% target kemitraan tahun ini, yaitu 26 ribu petani tebu.
Sedangkan pada tahun 2023, PT PG Rajawali I anak perusahaan ID Food di sektor gula yang berlokasi di Jawa Timur, telah berhasil meningkatkan angka kemitraan petani tebu melalui stimulus penerapan Sistem Resi Gusang (RSG) dan fasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit mikro melalui kolaborasi dengan perbankan.
“Pola ini menghasilkan kemitraan sebanyak 19 ribu petani tebu, dengan jumlah pasokan tebu sebanyak 75% dari total tebu digiling. PT PG Rajawali I juga telah melakukan offtake gula petani sebanyak 50,6 ribu ton gula,” sebutnya.
Selain itu, di anak usaha gula lainnya, ID Food melalui PT PG Rajawali II yang berlokasi di Jawa Barat, berhasil meningkatkan jumlah mitra petani tebu dari tahun-ketahun. Pada tahun 2020 program kemitraan tebu PT PG Rajawali II berhasil menjaring sebanyak 3.206 petani mitra.
Kemudian di tahun 2021 bertambah menjadi 3.441 petani mitra, tahun 2022 naik menjadi 4.442 petani mitra, dan tahun 2023 ini kembali tumbuh menjadi 5.070 petani mitra. Pada tahun 2024 ditargetkan angka kemitraan PT PG Rajawali II naik menjadi sekitar 5.135 petani mitra.
Melalui komitmen kemitraana petani tebu ini, ID Food juga mendorong tumbuhnya bibit-bibit petani tebu millennials.
“Di anak perusahaan kami lainnya, yaitu PT PG Candi Baru yang berlokasi di Sidoarjo, kami menjalankan program Empowering Millenial Farmer sebagai program kaderisasi petani tebu,” tuturnya.
Pada tahun 2023 lalu, program Empowering Millenial Farmer telah diikuti puluhan petani millennial dengan luas areal garapan 300 Ha dan jumlah tebu 240.000 Kwintal.
Lebih lanjut, ia meyakini, kemitraan tebu yang saling menguntungkan menjadi solusi mendasar bagi tumbuhnya minat para petani menanam tebu.
“Dengan semakin tertariknya masyarakat dan petani menanam tebu, maka akan berdampak pada peningkatan pasokan bahan baku tebu serta naiknya produksi gula,” terangnya.
Menurutnya, hubungan kemitraan yang terus berlanjut tersebut menunjukkan komitmen dan itikad baik antara PG dan petani tebu untuk sama-sama bersinergi mendukung kemajuan industri gula.
“Bagi kami penting untuk menjalin dan menjaga kemitraan dengan petani tebu. Untuk menjaga kemitraan ini terus tumbuh, maka kolaborasi dengan asosiasi, koperasi, dan BUMDes juga perlu diperkuat,” kata dia. Bantolo
