Agrofarm.co.id, Montreal-Produk makanan dan minuman (mamin) Indonesia tampil bersinar hingga meraup potensi transaksi sebesar USD 5,2 miliar di pameran Salon International de l’Alimentation (SIAL) Kanada 2024.
Pameran dagang produk mamin terbesar di Kanada tersebut diselenggarakan selama tiga hari pada 15-17 Mei 2024 di Palais des Congres, Montreal, Kanada.
“Produk mamin Indonesia tampil bersinar dan menarik perhatian banyak buyer di SIAL Kanada 2024 kali ini. Potensi transaksi yang dihasilkan sebesar USD 5,2 miliar atau setara Rp84,33 triliun. Kami meyakini keikutsertaan Indonesia pada pameran dagang ini sangat penting untuk memperluas pangsa ekspor produk mamin Indonesia ke wilayah Amerika Utara, khususnya Kanada,” ujar Duta Besar (Dubes) RI untuk Kanada Daniel Tumpal S. Simanjuntak.
Dubes Daniel menerangkan, 10 perusahaan Indonesia turut serta pada SIAL Kanada 2024. Ke-10 perusahaan tersebut yaitu, PT Mayora Indah, Archipelago, Exotique Food, PT Alam Scientia Asia, PT Ampera Wira Wijaya, CV Ikapeksi Agro Industri, Aliet Green, PT East Indo Fair Trading, PT Dwipa Niaga Lestari, dan PT Profil Mitra Abadi.
Sementara, tujuh di antaranya adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang difasilitasi Trade Facilitation Office (TFO) Kanada bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan.
“Kami mengapresiasi kehadiran dan pencapaian Paviliun Indonesia dalam pameran SIAL Kanada 2024 ini. Beberapa produk unggulan Indonesia menjadi kontributor utama dalam kesuksesan ini, antara lain produk gula kelapa organik, keripik buah organik, dan biji vanila organik. Keberhasilan mereka meraih potensi transaksi yang signifikan membuktikan kualitas dan daya saing produk Indonesia di pasar internasional,” ungkap Dubes Daniel.
Direktur Jenderal PEN Didi Sumedi menyatakan, SIAL Kanada 2024 telah menjadi platform yang efektif untuk memperkenalkan kembali serta memperluas akses pasar produk mamin unggulan Indonesia di Kanada. Pameran ini juga memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha Indonesia untuk menjajaki kerja sama lanjutan dengan buyers di Kanada.
“Partisipasi Indonesia di SIAL Kanada 2024 adalah langkah strategis untuk meningkatkan akses pasar produk mamin Indonesia di Kanada. Hal ini juga merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha,” ujar Didi.
Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver Andri Satria Permana mengatakan,Perwakilan Perdagangan (Perwadag) RI di Kanada akan menindaklanjuti sejumlah peluang kerja sama dengan mendorong transaksi riil sebagai tindak lanjut dari keberhasilan SIAL Kanada 2024.
Selain itu, Perwadag RI di Kanada juga akan membina kerja sama yang berkelanjutan antara peserta pameran dengan para mitra bisnis di Kanada.
“Realisasi ekspor ke Kanada kali ini dapat membuat produk Indonesia semakin dikenal luas masyarakat Kanada dan menjadi pionir ekspor produk-produk Indonesia lainnya. Melalui upaya promosi yang tepat dan konsisten, produk-produk Indonesia akan mampu bersaing dengan produkdari negara lain yang telah masuk terlebih dahulu di pasar Kanada,” imbuh Andri.
Atase Perdagangan (Atdag) Kedutaan Besar RI (KBRI) Ottawa Mahdewi Silky menyatakan, capaian positif ini dapat menjadi langkah awal yang baik untuk mencapai target peningkatan ekspor Indonesia ke Kanada. Perwadag RI di Kanada memproyeksikan peningkatan ekspor Indonesia ke Kanada mencapai 4,73 persen pada 2024 ini.
“Kami optimistis dapat meningkatkan ekspor Indonesia ke Kanada sesuai nilai yang diproyeksikan pada 2024 ini dengan produk ekspor utama berupa produk tekstil, elektronik, dan alas kaki. Indonesia juga memiliki produk ekspor potensial lainnya, yaitu produk mesin, logam, dan mamin olahan. Capaian pada SIAL Kanada 2024 diharapkan menjadi langkah awal yang baik untuk mewujudkan target peningkatan ekspor tersebut,” kata Silky. Dian
