20.8 C
New York

Lewat Demo Masak Rendang, KDEI Kenalkan Bumbu dan Rempah Khas Indonesia di Taiwan

Published:

Agrofarm.co.id, Taipei – Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei menggelar demo masak rendang bersama para istri perwakilan negara asing di Taipei, Taiwan.

Acara tersebut digelar bersama klub istri perwakilan negara asing di Taipei yaitu Welcome to Taipei International Club (WTIC). Demo masak tersebut dihadiri lebih dari 100 anggota korps pasangan perwakilan negara asing.

Kepala KDEI Taipei Iqbal S. Shofwan, yang membuka acara demo masak, menjelaskan pentingnya rendang dengan beragam bumbu yang digunakan dalam proses memasaknya.

Ia menekankan, peran sentral bumbu dan rempah dari rendang tidak hanya menjadi representasi budaya masyarakat di Sumatra Barat, tetapi juga Nusantara.

“Bumbu yang berada di penjuru Nusantara sejak zaman awal peradaban merupakan pencetus dan cikal bakal terjadinya perdagangan global di dunia. Bumbu dan rempah memicu datangnya misi perdagangan dari seluruh penjuru dunia ke Indonesia, termasuk dari Eropa, pada abad ke-15,” jelas Iqbal, Selasa, (7/5/2024).

Melalui kegiatan ini, Iqbal berharap dapat memberikan pengalaman bagi ibu-ibu perwakilan negara asing di Taiwan yang hadir menyaksikan demo memasak tersebut.

Ia juga berharap, resep yang dibagikan dapat memicu para peserta untuk membuat rendang sendiri di rumah, mencobanya dengan keluarga, dan membagikan pengalaman mereka memasak rendang.

“Mereka dapat menceritakan hal tersebut kepada keluarga, sehingga memicu keinginan untuk mencicipi masakan khas Indonesia di Taiwan. Mereka juga dapat membeli bumbu-bumbu khas Indonesia yang saat ini telah tersedia di lebih dari 300 toko khas Indonesia di Taiwan menurut situs web Rasa Indonesia,” ujar Iqbal.

KDEI Taipei menghadirkan Chef Narendra Archie dalam demo memasak rendang khas Sumatra Barat kali ini. Chef Archie menjelaskan filosofi rendang bagi masyarakat Sumatra Barat, yaitu sebagai menu utama yang dijunjung sangat tinggi.

“Status rendang dijunjung sangat tinggi sebagai menu utama. Proses memasaknya lama, menggunakan setidaknya 15 macam bumbu khas Indonesia, dan memasak rendang sejatinya dikerjakan oleh perempuan yang perannya sangat penting bagi adat Minang. Hal-hal ini menjadikan rendang sebagai menu yang penting,” kata Chef Archie.

Rendang yang disajikan dalam demo masak ini menggunakan bumbu yang sama dengan yang disajikan di Sumatra Barat. Bumbu-bumbu khas yang digunakan, antara lain, adas manis, daun kunyit, daun salam, daun jeruk, sereh, lengkuas, jinten, pala, bunga lawang, kapulaga, dan cengkeh.

Selain rendang, Chef Archie juga menampilkan salah satu hidangan penutup khas Indonesia yaitu es campur. Sebagai sajian makan siang, turut ditampilkan gado-gado, nasi goreng, sate ayam, rujak buah, kue lapis, dan bolu pandan.

Turut hadir membuka kegiatan tersebut istri dari Menteri Luar Negeri Taiwan yaitu Caroline Wu Su dan istri dari Wakil Menteri Luar Negeri Taiwan yaitu Jeannie Tien. Turut mendampingi keduanya yaitu Ketua Dharma Wanita Persatuan KDEI Taipei Mella Muthia Iqbal.

“Masyarakat Taiwan sangat familier dengan menu-menu Indonesia seperti nasi goreng, gado-gado, dan sate ayam dari pengalaman mereka berwisata ke Indonesia, khususnya Bali,” ungkap Mella.

Wakil Presiden WTIC sekaligus ketua kelompok dari grup memasak WTIC, Lily Chiu sangat mengapresiasi persembahan demo masak kali ini yang membawakan masakan khas Indonesia dengan bumbu-bumbu asli dan merupakan masakan terbaik dunia pilihan CNN tahun 2011 dan 2017.

Selain kegiatan demo masak, turut disajikan penampilan Tari Puspanjali dari Bali oleh dosen penari Indonesia di Taipei. KDEI Taipei juga menghadirkan lokakarya membatik melalui proses melukiskan malam pada motif kawung dengan canting.

Hal ini menjadikan pengalaman yang lengkap terkait kekayaan budaya Indonesia, baik kuliner maupun seni, bagi para ibu-ibu perwakilan negara asing di Taiwan.

Indonesia saat ini menempati peringkat ke-10 sebagai pemasok bumbu ke Taiwan dengan pangsa pasar sebesar 1,4 persen.

Pertumbuhan ini menunjukkan adanya minat yang meningkat di pasar Taiwan terhadap produk bumbu Indonesia.

Berdasarkan data dari International Trade Administration, Ministry of Economic Affairs (MOEA) Taiwan, impor bumbu dari Indonesia ke Taiwan pascapandemi dalam dua tahun terakhir (2022-2023) meningkat sebesar 24,6 persen dengan jumlah impor mencapai USD 22,98 juta pada 2023. Dian

Related articles

Recent articles