21.2 C
New York

Pemda Ngawi Minta Kemitraan Wilmar Padi Indonesia Diperluas

Published:

Agrofarm.co.id, Ngawi-Wilmar Padi Indonesia (WPI) diminta terus memperluas pola kemitraan petani atau Farmer Engagement Program (FEP) di Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur. Pasalnya kemitraan ini membawa dampak positif terhadap kelangsungan hidup petani.

“Adanya kemitraan positif bagi petani karena ada saling menguntungkan antara petani dengan perusahaan. Petani dibantu pupuk dan bibit dari Wilmar, sehingga pola kemitraan ini bisa diperluas ke depannya,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, Supardi, Kamis (04/9/2023).

Untuk itu, dia mendukung kehadiran Wilmar di Ngawi. “Kami minta melakukan kemitraan dengan petani dan kami welcome Wilmar datang kesini. Tapi syaratnya harus melibatkan petani,” ungkap Supardi.

Dia menyebutkan, pola kemitraan Wilmar dengan petani mulai tahun 2020 dengan luasan lahan 100 hektare (ha). “Tahun 2022 lalu seluas 800 ha dari target 1.000 ha,” jelas dia.

Meungutungkan petani

Dalam menjalankan program kemitraan, perusahaan, kata Supardi memberikan bantuan penyuluhan ke petani, salah satunya pemantauan perkembangan padi. “Kami berharap kemitraan dengan Wilmar seterusnya atau berkelanjutan,” kata dia.

Pasalnya, semua ini dilakukan tujuan utamanya untuk peningkatan produksi padi. “Rata-rata produksi padi saat ini berkisar 7 ton-8 ton per ha,” sebutnya.

Selain itu, adanya WPI memberikan kepastian harga gabah ke petani. “Petani jadi ayem karena ada kepastian harga dan penyerapan hasil panen,” ungkap Supardi.

Meskipun diakuinya, saat ini harga gabah di tingkat petani terus meningkat. “Harga gabah kering panen (GKP) saat ini rata-rata sekitar Rp7.300 per kg, padahal ketika musim panen raya lalu hanya Rp5.800 per kg,” terang dia.

Supardi membantah adanya isu Wilmar monopoli pembelian gabah petani karena perusahaan ini terbuka dengan siapa pun. “Semua boleh masuk, petani atau lewat penggilingan padi boleh langsung menjual ke pabrik Wilmar,” ujar dia.

Selain itu, kata dia, pembelian gabah petani oleh Wilmar lebih rendah ketimbang harga di pasaran. Ada 135 penggilinagn padi di Ngawi ditambah 4 penggilingan padi besar. “Kami melakukan sinergi dengan Wilmar dengan yang lain supaya tidak saling bersaing satu sama lain,” ungkap dia.

Adapun total luas lahan pertanian di Kabupaten Ngawi mencapai 50.715 ha dengan indeks pertanaman (IP) 3. “Produksi padi kami tahun lalu 882.00 ton. Bahkan produksi pernah mencapai 900.000 ton per tahun,” kata dia. Bantolo

Related articles

Recent articles