Agrofarm.co.id, Jakarta- Pada kuartal I 2023 PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) membukukan pendapatan sebesar US$ 50,88 juta, turun 32,7%dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Direktur Keuangan ANJ, Nopri Pitoy, memaparkan bahwa kontribusi pendapatan ANJ bersumber dari CPO mencapai US$ 50,08 juta.
“Walaupun saat ini harga CPO terkoreksi disebabkan oleh produksi yang akan memasuki puncak produksi, kami mempercayai bahwa tren harga CPO dalam jangka panjang masih bullish. Faktor yang mempengaruhi harga jual CPO antara lain seperti gangguan pasokan dan krisis energi akibat ketegangan politik berkepanjangan antara Ukraina dan Rusia serta eskalasi konflik antara China dan Taiwan. Selain itu, potensi El Nino juga akan menganggu pasokan global dan produksi kelapa sawit,” kata dia pada acara Public Expose di Jakarta, Rabu (07/6/2023).
Nopri juga menjelaskan strategi yang akan akan dilakukan perusahaan pada tahun ini adalah dengan melakukan replanting (penanaman kembali) pada kebun-kebun yang berusia tua dan tidak produktif untuk tetap menjaga profil usia tanaman yang seimbang. Strategi ini akan mempercepat pertumbuhan di masa depan seraya mempertahankan profitabilitas dan arus kas.
“Hingga kuartal I-2023, profil usia tanaman kami 45% dalam kondisi prima karena berada di usia 8 sampai 20 tahun. Berikutnya 24% tanaman sawit kami adalah tanaman muda dan profil usia tanaman tua terdapat sebanyak 14%. Kondisi ini adalah hasil dari penanaman kembali yang dilakukan oleh perusahaan sejak tahun 2015 hingga saat ini. Hingga kuartal I-2023, total lahan yang telah dilakukan penanaman kembali seluas 9.586 hektar, termasuk 370 hektar yang dilakukan pada kuartal I-2023,” ungkap Nopri.
Strategi lainnya yang juga akan diterapkan untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan inovasi agronomi, teknologi dan transformasi digital menggunakan GIS dan EPMS (Electronic Plantation Mobile Solution). Beberapa inovasi juga akan dijalankan untuk mengurangi dampak cuaca ekstrim akibat perubahan iklim, seperti pengomposan, drip fertigation dan pengelolaan air.
“Kami berharap dengan menjalankan strategi keseimbangan usia tanaman melalui program replanting agar dapat meningkatkan produktivitas dalam jangka panjang dan menjaga pertumbuhan di masa depan. Kami akan terus melanjutkan praktik perkebunan yang berkelanjutan dengan inovasi agronomi, teknologi dan transformasi digital, serta mencapai ambisi ESG kami,” jelas Nopri. Bantolo
