Agrofarm.co.id-Program Smallholder Inclusion for Better Livelihood & Empowerment (SMILE) telah berhasil memberikan petani kecil akses pada pelatihan praktik pertanian berkelanjutan dan meningkatkan hasil panen mereka. Program ini bertujuan membuka jalan untuk mencapai sertifikasi RSPO, sehingga mempromosikan praktik-praktik berkelanjutan di industri sawit.
Pada tahun 2022, Program SMILE telah berhasil mengaudit dan mensertifikasi sebanyak 390 petani swadaya yang terdiri dari 239 petani berasal dari Sumatera Utara dan 151 petani berasal dari Jambi. Pencapaian ini merupakan salah satu wujud komitmen program dalam mempromosikan praktik perkebunan berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Melalui proses audit dan sertifikasi yang ketat, program ini memastikan bahwa petani swadaya memenuhi standar kualitas dan keberlanjutanDengan demikian, program ini juga turut membantu melindungi lingkungan, mendukung komunitas lokal, dan mempromosikan praktik bisnis berkelanjutan.
Salah satu petani yang telah merasakan manfaat dari program tersebut adalah Khairul Anam, Ketua Koperasi Konsumen Tebing Tinggi Pangkatan Sejahtera (KKTTPS), Desa Tebing Tinggi, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada program SMILE yang telah membantu kami. Melalui program ini, kami telah menerima edukasi dan pelatihan budidaya kelapa sawit dan solusi keberlanjutan dalam memperoleh sertifikasi RSPO, serta menerima premi setelah sertifikasi RSPO tercapai,” ungkap Khairul Anam pada acara diskusi Progress Update Program SMILE di Jakarta, Senin (03/4/2023).
Ia berharap melalui kerja sama ini, kita dapat terus berkembang dan mendorong lebih banyak petani untuk bergabung dalam program SMILE.
Bagi Khairul Anam, program ini membawa banyak manfaat sejak ia menerima sertifikasi RSPO pertamanya pada tahun 2022, yaitu produktivitas kebun yang lebih baik, praktik pengelolaan perkebunan yang lebih baik, pasokan yang konsisten, serta menjadikannya turut terlibat membantu melindungi lingkungan, untuk meningkatkan taraf hidupnya.
Keberhasilan fase pertama ini juga telah membantu KKTTPS mendapatkan fasilitas yang lebih baik, yang juga membuat lebih banyak petani swadaya lainnya tertarik untuk bergabung dengan program ini.
Ivan Novrizaldie Head of Sustainability Asian Agri menambahkan bahwa program SMILE terbukti mempu menngkatakn produktivitas sawit petani swadaya. “Produksi tandan buah segar (TBS) petani sawit rata-rata 36 ton/hektar/tahun,” ujar dia.
Kolaborasi adalah kunci untuk membangun inklusi petani, oleh karena itu melalui kerja sama yang terjalin melalui program SMILE, Ivan berupaya untuk meningkatkan taraf hidup petani swadaya di Indonesia.
“Kami percaya bahwa dengan berkolaborasi, kami dapat membuat perbedaan nyata dalam kehidupan para petani dan keluarga mereka,” kata Ivan Novrizaldie. Bantolo
