Agrofarm.co.id-Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (KP3) Kota Serang Sony August meminta PT Wilmar Padi Indonesia (WPI) memperkuat sektor hilir (pasar) petani.
Sony berharap produksi padi petani terus meningkat, salah satu programnya penguatan sektor hilir. “Sekarang hilirnya hanya Bulog, sebelumnya banyak para tengkulak atau pengijon dari luar derah Kota Serang. Gabahnya dari kita terus diproduksi di Karawang atau Cianjur, dan setelah iu dibawa lagi ke kita dengan harga beras yang lebih tinggi,” ujar dia saat ditemui di sela kegiatan kunjungan lahan Farmer Engagement Program (FEP) WPI, Senin (30/1/2023).
“Sekarang ada PT Wilmar Padi Indonesia dan kami melakukan pendekatan bagaimana petani ada hilir yang pasti,” tambah Sony.
Untuk itu, dia ingin segera melakukan Kerjasama dengan PT Wilmar Padi Indonesia terkait kepastian hilir. “Sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat. Kerjasama maintenance tidak hanya di hulunya saja tapi sampai ke hilir,” ungkap Sony.
Selian itu, dia berkeinginan perusahaan dapat memenuhi kebutuhan beras medium di Kota Serang. “Mudah-mudahan produk beras medium dan premium dihasilkan dari sawah kita atau yang di Kota Serang,” kata dia.
Menurut dia, saat ini neraca ketahanan pangan Kota Serang posisinya justru masih kurang. Adapun kebutuhannya yakni 1.203,56 ton, namun peredaran ketersediaan yang masih ada sebanyak 832,90 ton atau masih minus 370,66 ton.
Sony juga meminta penjualan beras PT wilmar Padi Indonesia tidak hanya menyasar ke ritel, namun masuk pasar tradisional. “Kalau masalah harga kita mengikuti harga pasar beras medium, mudah-mudahan harga WPI bisa di bawah yang lain,” harap dia.
Dengan kehadiran WPI diharapkan mampu menjadi pendongkrak produktivitas padi di wilayah Serang. “Kita kekurangan penyuluh pertanian atau kerjasama maintance dengan perusahaan, sehingga produktivitas padi bisa meningkat dari rata-rata 6 ton/hektare menjadi 8 ton/hektare,” jelas dia.
Sony optimis target tersebut dapat dicapai karena sawah disini menggunakan irigasi primer. Selain itu, kata dia, dapat menggunakan teknologi drone untuk penyemprotan pestisida dalam satu hamparan. Ini lebih efektif ketimbang melakukan penyemprotan.
Dia menyebutkan, lahan pertanian produktif di Kota Serang itu sekarang seluas 376 hektare. “Produksi padi dalam satu tahun itu bisa menghidupi masyarakat Kota Serang 46 persen,” kata dia.
Produksi padi meningkat
Keberadaan PT Wilmar Padi Indonesia di Kota Serang Propinsi Banten membawa dampak positif terhadap peningkatan produksi gabah maupun kesehteraan petani.
Anggota Kelompok Tani Wisnu Kencana di Desa Serdang, Kecamatan Kramatwatu Kabupaten Serang, Rudi mengaku mengalami peningkatan produksi sekitar 10 persen.
“Sudah jadi mitra WPI sejak musim kemarin, Mei 2022. Sejauh ini, bagus karena ada kenaikan di peningkatan hasil sekitar 10 persen dari 6 ton jadi 7,3 ton,” ungkapnya.
Tak hanya itu, perusahaan juga memberikan bantuan sarana produksi pertanian (saprotan) seperti benih, pupuk dan pestisida. Selain itu, pendapatan petani juga ikut terkerek.
“(Untuk penghasilan), lumayan ada peningkatan sekitar 10-15%. Sebelum ada WPI biasanya standar lokal. Selama ini sudah dibantu WPI berupa pinjaman, pupuk, pestisida, benih. Pengennya mah ditambah traktor biar lebih singkat dan cepat lagi. Biar benih 20 hari bisa langsung tanam,” katanya.
Rudi, petani sekaligus Ketua Gapoktan Desa Cigelang, Kecamatan Ciruas menambahkan, ada peningkatan produksi padi sekitar 10 persen pasca bermitra dengan PT Wilmar Padi Indonesia.
Menurut dia, adanya PT Wilmar Padi Indonesia harga gabah di tingkat petani menjadi meningkat. Perusahaan membeli harga gabah kering panen (GKP) petani saat ini Rp 5.750 per kilogram (kg).
“Alhamdulilah itu untuk mengangkat produktivitas dan harga beras. Kalau tidak ada Wilmar para petani menjerit karena selalu dibohongi oleh para tengkulak,” ujar dia.
Meskipun, diakuinya, permasalahan yang dihadapi petani saat ini serangan hama wereng batang coklat karena mengakibatkan produksi padi anjlok. “Produksi padi rata-rata per ha 2 sampai 3 ton,” jelas dia.
Sementara itu, Head Farmer’s Engagement Program WPI, Andi Bachtiar menyebut hingga saat ini pihaknya telah menggarap sekitar 330 hektare lahan di kabupaten/kota Serang. Ia juga menegaskan akan turut mendorong pemerintah daerah hingga petani dalam hal produksi beras.
Salah satunya melalui program demonstration plot (demplot) yang mendorong penerapan praktik pertanian yang baik (good agriculture practices/GAP) untuk meningkatkan produktivitas padi
Program kami di Farmer Engagement Program untuk kemitraan dengan petani. Kami juga punya tim lapangan agronomis yang mendampingi petani dari awal persiapan lahan, perawatan lahan sampai dengan panen,” jelasnya
“Pada saat panen pun kami juga akan bantu untuk serapan. Jadi, kami punya SOP yang memang harus diikuti petani, mulai dari jumlah bibit yang harus digunakan dalam satu hektare, rekomendasi pemupukan dan pestisida. Sehingga kalau petani mengikuti rekomendasi dari kami, harapan produksi bisa kita capai,” sambunganya. Bantolo
