Agrofarm.co.id-Andi Nur Alamsyah, Direktur Jenderal (Dirjen ) Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan) menyampaikan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya dan sigap dalam mengatur strategi untuk mengembangkan perkebunan Indonesia.
Andi Nur menjelaskan, langkah-langkah transformasi yang akan ditempuh untuk mewujudkan Era Baru Perkebunan Indonesia, melalui tujuh program prioritas Direktorat Jenderal Perkebunan, yaitu Logistik Benih Perkebunan(BUN500) yang terdiri dari Penguatan Nurseri dan Perbenihan Mandiri, Pengembangan Komoditas Berbasis Kawasan, Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Pengendalian OPT, Peningkatan Mutu dan Pengembangan Produk Baru Perkebunan, Perkebunan Partisipatif (PASTI) kegiatan terobosan dalam mendorong terciptanya investasi baru perkebunan dengan berbagai jenis kemudahan diantaranya kemudahan akses varietas unggul, produk perkebunan, informasi pasar ekspor, promosi, dll, Ekosistem Perkebunan (EKSIS) Sistem yang terbangun oleh unsur-unsur yang mempunyai hubungan timbal balik yang saling terkait dalam suatu lingkungan perkebunan.
Misalnya, Ekosistem Perkebunan terdiri dari petani, penyedia benih, penyedia pupuk, penyedia alsintan, pedagang, dan pengusaha, dengan didukung pengembangan platform digital dalam mendukung ekosistem perkebunan, dan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) melalui program Kelapa Sawit Tumpang Sari Tanaman Pangan (Kesatria).
“Sesuai dengan tema Bunex ini, yaitu Era Baru Perkebunan Indonesia, Memperkuat Kesinambungan Usaha Perkebunan melalui Pengembangan Bioindustri, maka perlunya memperkuat jalinan kemitraan yang strategis dengan pemerintah daerah, para pelaku industri dan dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat, dan elemen-elemen lain di masyarakat. Perkebunan bioindustri perlu memperkuat dan memperluas jalinan-jalinan kemitraan baik yang berlingkup nasional maupun global. Keseluruhan proses transformasi ini hanya akan bermakna, apabila berdampak secara konkret pada perbaikan kesejahteraan pekebun. Sebagai wujud dari aktualisasi keberhasilan dan kesuksesan pembangunan perkebunan Indonesia Maju,” ujar Andi Nur pada acara Perkebunan Indonesia Expo (Bunex) dalam rangka Peringatan Hari Perkebunan ke-65 tahun ini, di JCC Hall B Senayan Jakarta (21/12/2022).
Andi Nur mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan apresiasi kepada seluruh insan perkebunan dan pihak terkait lainnya, yang telah turut serta membangun sektor pertanian khususnya subsektor perkebunan. Kami mengharapkan kerja sama yang baik dari semua pihak terkait, dapat terus dilanjutkan, didorong dan diupdate teknologi serta inovasinya demi Pertanian Maju Mandiri dan Modern.
Adapun rangkaian Kegiatan Bunex 2022 dibagi menjadi kegiatan utama dan kegiatan pendukung, diantaranya Pemberian penghargaan/Anugerah Perkebunan, launching Pabrik Mini Minyak Goreng (PAMIGO), Perkebunan Partisipatif (Pasti), Ekosistem Perkebunan (Eksis), Pameran produk perkebunan, Focus Group Discussion (FGD) mengangkat topik Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan dalam Menghadapi Krisis Pangan dan Energi Global dan Pengembangan Perkebunan Sagu, Gula Tebu, Gula Non Tebu dalam Menghadapi Krisis Pangan dan Energi Global, Talk show Era Baru Perkebunan Indonesia dan Business matching (Forum Investasi).
Bunex perdana ini berhasil mencuri perhatian masyarakat, terbukti memperoleh respon positif dari para pengunjung pameran, yang sangat antusias mengulik informasi seputar Perkebunan melalui Perkebunan Indonesia Expo ini. Bantolo
