Agrofarm.co.id-Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) hingga Desember 2022 mencatat stok gula kristal putih (GKP) dalam negeri mengalami surplus mencapai 1.019.768 ton.
Berdasarkan Data Prognosa Ketersediaan dan Kebutuhan GKP 2022 disebutkan bahwa produksi gula sepanjang Januari- Desember 2022 diperkirakan mencapai 3.494.459 ton dan kebutuhan sebesar 3.218.897 ton.
Ditambah stok gula akhir Desember 2021 sekitar 744.206 ton. “Alhasil stok gula dalam negeri bisa dibilang surplus 1.019.768 ton,” ujar Andi Nur Alam Syah Direktur Jenderal Perkebunan Kementan dalam keterangan resminya, Rabu 07 Desember 2022.
Andi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) lantaran stok gula dalam negeri sangat mencukupi.
“Kita pastikan stok gula nasional surplus menjelang Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022,” kata Andi Nur Alam Syah.
Sementara itu, harga gula rata-rata nasional juga terbilang stabil Rp.14.125 per kilogram (kg). “Harga sebelumnya Rp 14.125 per kg dan artinya harga tetap tiak mengalami kenaikan,” tutur dia.
Sedangkan Harga Acuan Pembelian sebesar Rp. 9.100 per kg dan Harga Acuan Penjualan Rp. 14.000/kg gula curah dan Rp. 14.500/kg gula dalam kemasan.
Berdasarkan Perkiraan Produksi Taksasi Tengah Giling Tahun 2022 yang telah dilaksanakan bulan Agustus bahwa diperoleh produksi gula sebesar 2.547.271 ton. Adapun luas areal tebu Indonesia tahun ini sebesar 482.399 hektare (ha), produktivitas tebu 74,93 ton per ha dengan rendemen 7,05 persen. Bantolo
