Agrofarm.co.id-Perusahaan global dengan kompetensi di bidang kesehatan dan pertanian, Bayer, menjadi salah satu perusahaan yang menandatangani kesepakatan B20 dan berpartisipasi di kegiatan Forum Dialog Publik Gugus Tugas Perdagangan dan Investasi Bisnis 20 (B20) yang diselenggarakan pada Jumat (23/9/2022) di Labuan Bajo, NTT.
Sebagai salah satu narasumber dalam forum yang melibatkan para pemangku kepentingan dan pelaku bisnis dunia, Managing Director dan CFO of Bayer ASEAN, Ernst Coppens menegaskan pentingnya kolaborasi dalam penerapan model bisnis yang inklusif, demi terwujudnya iklim perdagangan dan investasi yang berkelanjutan.
Managing Director dan CFO of Bayer ASEAN, Ernst Coppens mengungkapkan, Dengan bergabung dalam kesepakatan B20, Bayer ingin menjadi bagian dari pemangku kepentingan yang memiliki semangat yang sama, untuk bekerjasama menghadirkan solusi yang berkelanjutan khususnya di bidang ketahanan pangan dan kesehatan.
Melalui Gugus Tugas Perdagangan & Investasi, salah satu langkah rekomendasi yang dirumuskan oleh kelompok B20 adalah dengan memperkuat dukungan untuk mencapai nilai dan mata rantai bisnis yang inklusif, di antaranya dengan meningkatkan partisipasi UMKM serta pengusaha perempuan.
Coppens menjelaskan bagaimana Bayer mendukung petani lahan kecil dengan membangun ekosistem bisnis pertanian di desa melalui Better Life Farming. Bayer memahami peran penting UMKM dalam rantai nilai model bisnis sebagai fasilitator ekosistem lokal untuk meningkatkan efisiensi bisnis, mengurangi biaya transaksi, memfasilitasi akses petani kecil ke rantai pasok. Sehingga, masyarakat di desa memiliki kesempatan untuk dapat meningkatkan pendapatan, sekaligus kualitas hidup mereka.
Di Asia, program Better Life Farming telah memberdayakan 2.000 kios cerdas pertanian atau yang disebut Better Life Farming Center di wilayah India, Indonesia dan Bangladesh. Bayer bekerjasama dengan para pelaku usaha kecil di desa serta membekali mereka dengan pendampingan, yang bertujuan untuk menjadikan kios mereka lebih inovatif dan profesional. Di Indonesia, dari 600 Better Life Farming Center yang terbentuk, 103 kios diantaranya dipimpin oleh perempuan – dengan rata-rata penjualan yang meningkat hingga 35% per tahun. Sementara untuk program BISA, hingga saat ini program ini telah memberdayakan 800,000 petani lahan kecil di 15 provinsi dan 90 kecamatan di Indonesia.
President Director Bayer Indonesia Kinshuk Kunwar menyampaikan, Di Indonesia, kami juga memiliki program Bayer untuk Indonesia (BISA), dimana kami melengkapi program Better Life Farming dengan komponen kesehatan. Tidak hanya memberdayakan komunitas petani untuk ketahanan pangan, program holistik ini juga membekali keluarga tani dengan pengetahuan dan akses ke pelatihan kesehatan mandiri dan perempuan, pemberian akses terhadap alat kontrasepsi, hingga edukasi penanggulangan stunting. Program ini menjadi implementasi dari visi Bayer Health for All Hunger for None.
Ditambahkan Kunwar, hingga 2030 mendatang, Bayer berkomitmen untuk terus memperluas manfaat program BISA. Bayer memiliki target untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan bagi 4 juta petani lahan kecil, 1 juta masyarakat ekonomi rentan, dan 1 juta perempuan di perkotaan/pedesaan. Bekerjasama dengan para pemangku kepentingan yang memiliki semangat serupa, Bayer percaya program BISA dapat diterapkan dan diperluas ke berbagai wilayah, serta lebih lanjut membangun Indonesia yang lebih tangguh melalui ketahanan pangan yang terjaga dan peningkatan kualitas kesehatan yang lebih baik.dian
