Agrofarm.co.id-Kementerian Pertanian (Kementan) memfasilitasi 30 peserta Pelatihan Smart Farming bagi Petani Milenial Angkatan III Program READSI 2022 melakukan Kunjungan Lapang di Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Pelaihari di Kabupaten Tanah Laut dan Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian Negeri (SMKPPN) Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Ke-30 petani tersebut berasal dari Kabupaten Sambas dan Sanggau di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang mengikuti Pelatihan Smart Farming berupa sistem pertanian cerdas berbasis teknologi informasi (TI) di Tanah Laut, Kalsel.
Kegiatan pelatihan diinisiasi Kementerian Pertanian RI didukung oleh Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (EADSI).
Upaya tersebut sejalan harapan Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo yang memotivasi petani milenial menerapkan smart farming pada era industri 4.0 sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim, agar petani tetap dapat meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian.
“Untuk bersaing di era 4.0 ada lima hal yang harus di pegang oleh pemuda tani milenial, yaitu rencana, antusias, ilmu, pengetahuan, keterampilan dan aksi nyata. Jika semua itu berada di genggaman kalian, maka impianmu pasti akan terwujud,” kata Mentan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan smart farming merupakan metode pertanian yang meningkatkan efisiensi dengan memadukan bio science dan bio technology.
“Saya berharap, peserta betul betul serius dan bekerja keras di bidang pertanian,” harap Dedi Nursyamsi.
Seruan serupa dikemukakan Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP (Puslatan) Leli Nuryati saat membuka pelatihan bahwa petani milenial tidak cukup hanya mengikuti pelatihan di kelas, melainkan harus terjun langsung untuk praktek di lapangan.
“Pertanian modern harus diterapkan dari hulu hingga hilir, maka diperlukan peran petani milenial untuk mewujudkan pertanian modern,” kata Leli Nuryati saat membuka kegiatan pelatihan tersebut.
Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang (BBPP) Yulia Asni Kurniawati mengatakan pelatihan smart farming bagi petani milenial penting sebagai salah satu upaya mencetak pelaku utama dan pelaku usaha yang unggul, adaptif, menguasai, serta menerapkan teknologi dalam usahatani.
“Pertanian modern dengan teknologi smart farming merupakan sistem yang memiliki keterkaitan erat antara subsistem, mulai dari hulu hingga hilir, yang didukung oleh tenaga kerja dan lembaga pendukung unggulan,” jelas Kabalai Yulia AK saat melaporkan kegiatan penyelenggaraan pelatihan.
“Smart farming didefinisikan sebagai sistem pertanian berbasis teknologi yang dapat membantu petani meningkatkan hasil panen secara kuantitas dan kualitas,” ujar dia, Sabtu (02/4/2022).
Sebagaimana diketahui, teknologi smart farming antara lain smart green house, fertigasi berbasis internet of things (IoT), unmanned aerial vehicle (UAV), the normalized difference vegetation index (INDVI) dan image processing. Bantolo
