Agrofarm-co.id–Topaz Ganoderma Toleran atau yang dikenal dengan Topaz GT adalah salah satu varietas kelapa sawit Topaz – Asian Agri yang memiliki keunggulan dalam ketahanannya terhadap serangan jamur Ganoderma boninense.
Ganoderma boninense, adalah penyebab penyakit busuk pangkal batang (BPB) pada tanaman kelapa sawit dan merupakan ancaman serius bagi perkebunan kelapa sawit yang ada di Indonesia maupun yang ada di Malaysia. Serangan penyakit BPB yang disebabkan oleh Ganoderma dapat secara signifikan menurunkan jumlah janjang perpokok dan jumlah tegakan pokok per hektar sehingga dapat mengakibatkan penurunan produktivitas hingga 40%.
Serangan Ganoderma akan semakin cepat dan semakin tinggi dengan bertambahnya siklus replanting. Pada generasi pertama, umumnya serangan Ganoderma baru terjadi pada umur 15-20 tahun setelah tanam sedangkan pada generasi kedua serangan Ganoderma bisa terjadi pada umur 8-10 tahun setelah tanam, bahkan serangan Ganoderma dapat dijumpai pada Tanaman Belum Menghasilkan di generasi ketiga. Umur ekonomis kelapa sawit dapat berkurang dari 25 tahun pada generasi pertama menjadi kurang dari 15 tahun pada generasi ketiga, akibat banyaknya pokok yang tumbang.
Kerugian yang dialami oleh petani sawit ataupun perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan tumbangnya pokok dapat menyebabkan kehilangan produksi per hektar dan masa produksi yang tersisa. Berdasarkan studi kasus yang pernah dilakukan, serangan Ganoderma pada sawit umur 17 tahun di generasi ketiga dapat mengakibatkan jumlah tegakan pokok yang tersisa hanya 70 pokok per hektar (ha). Potensi kerugian tersebut diperkirakan setara dengan Rp 210 miliar per tahun untuk kebun seluas 10.000 ha.
Salah satu upaya menekan tingkat serangan Ganoderma di perkebunan kelapa sawit Asian Agri adalah dengan menanam Varietas Topaz GT. Topaz GT adalah varietas sawit yang cocok untuk ditanam di daerah dengan risiko serangan Ganoderma yang tinggi.
Head of Plant Breeding Asian Agri, Yopy Dedywiryanto mengatakan bahwa Varietas Topaz GT adalah hasil seleksi dari Varietas Topaz 1, 2, dan 3 yang mempunyai tingkat toleransi yang lebih tinggi terhadap serangan Ganoderma.
“Dengan kata lain Varietas Topaz GT merupakan bagian dari Varietas Topaz 1, 2, dan 3 yang sudah teruji ketahanannya terhadap serangan Ganoderma,” tambah Yopy.
Yopy menuturkan bahwa salah satu keunggulan Varietas Topaz GT adalah mampu memberikan tingkat persentase infeksi yang konsisten kurang dari 50% (kisaran 33,3-49,6%) meskipun telah diinfeksikan dengan strain isolate Ganoderma yang paling ganas (virulen) yang dimiliki oleh Team Pest & Disease Asian Agri pada fasa pembibitan (nursery screening).
“Varietas Topaz GT mempunyai rata-rata tingkat toleransi yang moderat terhadap infeksi Ganoderma, yaitu sebesar 45,7% infeksi,” jelasnya.
Keunggulan lain dari Varietas Topaz GT adalah rata-rata produksi Tandan Buah Segar (TBS) yang mencapai 34,5 ton/ha/tahun dan CPO 9,2 ton/ha/tahun. “Berproduksi tinggi dan cepat berbuah karena dapat dipanen pada umur 27 bulan setelah tanam,” ujar dia.
Pertambahan tinggi yang lambat meninggi dan mampu beradaptasi dengan baik pada tanah marjinal ataupun organic menambah poin keunggulan dari Varietas Topaz GT.

Lebih lanjut menurut Yopy, dikarenakan Varietas Topaz GT dikembangkan berdasarkan ketahanannya terhadap serangan Ganoderma, maka sebaiknya Topaz GT ditanam pada daerah dengan tingkat serangan Ganoderma yang tinggi ataupun di lahan replanting (generasi kedua dan seterusnya).
Varietas Topaz GT Asian Agri sudah terverikasi dan sudah teruji sesuai dengan persyaratan yang dipersyaratkan oleh Kementerian Pertanian Indonesia. Sehingga pada tanggal 1 Februari 2019 OPRS Topaz berhasil memperoleh izin pelepasan Varietas Topaz GT (Ganoderma Toleran) sesuai dengan surat keputusan Menteri Pertanian RI.
“Dikarenakan pengujian Varietas Topaz 1, 2, 3, dan 4 telah memenuhi persyaratan uji multi lokasi dan mampu berproduksi tinggi pada berbagai kondisi yang berbeda-beda, maka tidak terdapat spesifik Varietas Topaz tertentu dengan kondisi tertentu. Meskipun di setiap Varietas Topaz itu sendiri mempunyai keunggulannya masing-masing. Guna meningkatkan keragaman genetik dan untuk meminimalkan ledakan hama penyakit yang mungkin terjadi di kemudian hari, sangat disarankan untuk menanam Varietas Topaz 1, 2, dan 3, secara komposit,” terang Yopy.
Benih sawit unggul
Asian Agri salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia dengan Oil Palm Research Station (OPRS) Topaz nya, berkomitmen untuk mengembangkan varietas benih unggul secara berkelanjutan sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal dan berdampak langsung pada produktivitas kelapa sawit Indonesia.
Berdirinya OPRS Topaz berawal dari komitmen Asian Agri dalam pengembangan penelitian untuk menghasilkan bahan tanam sawit yang unggul dari segi kuantitas produksi maupun kualitas.
“Asian Agri mengetahui bahwa bahan tanam sawit adalah faktor pertama dan utama pada industri sawit itu sendiri,” kata Head of Planting Material Asian Agri, Dr. Tan Joon Sheong.
Komitmen ini mulai diimplementasikan oleh Asian Agri pada tahun 1992 dengan melakukan kegiatan seleksi pokok indukan terpilih dan dilanjutkan dengan penanaman induk elit dura dan pisifera terpilih di kebun Topaz pada tahun 1996-1998.
Joon Sheong menjelaskan potensi produksi generasi satu Topaz selama enam tahun menghasilkan dari tahun 1996-2004, didapatkan potensi produksi 16 ton TBS per ha pada tahun pertama menghasilkan dan rata-rata 31 ton TBS per ha pada tahun ketiga sampai dengan tahun keenam menghasilkan dengan potensi OER 22 persen.
Berdasarkan potensi itu, OPRS Topaz berhasil memperoleh izin pelepasan Varietas Topaz 1, 2, 3, dan 4 sesuai dengan surat kelulusan Menteri Pertanian Indonesia pada tanggal 16 Januari 2004.
Berdasarkan uji persilangan generasi dua Topaz dan berdasarkan komitmen Asian Agri yang selalu memberikan terbaik bagi pelanggannya, maka saat ini OPRS Topaz – Asian Agri hanya memproduksi persilangan-persilangan yang teruji dan terbukti mampu berproduksi 24 ton TBS pada tahun pertama menghasilkan dan rata-rata 38 ton TBS pada tahun ketiga sampai dengan tahun keenam menghasilkan dengan potensi OER 29 persen.
Dikarenakan kapasitas produksi kecambah Topaz mencapai 25 juta kecambah per tahun, maka menempatkan OPRS Topaz – Asian Agri sebagai salah satu produsen benih kelapa sawit terbesar di Indonesia. Harga kecambah Varietas Topaz 1, 2, 3 dan 4 dibanderol Rp 9.500 per kecambah, sedangkan harga Varietas Topaz GT dibanderol Rp 19.000 per kecambah. Bantolo
