12.9 C
New York

Petani Apresiasi Instruksi Menko Luhut pada PUPR, Bangun Irigasi Food Estate Kalteng

Published:

Agrofarm.co.id-Pertemuan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dengan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di Jakarta, diapresiasi seraya disambut gembira oleh petani dan penyuluh di kawasan Food Estate Kalimantan Tengah (Kalteng).

Pasalnya, pertemuan yang turut dihadiri Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, Menko Luhut menginstruksikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera membangun irigasi Food Estate Kalteng, untuk mengairi lahan seluas 16.643 hektar dari total 60.778 hektar belum teririgasi dengan baik.

“Kami juga koordinasi dengan PUPR untuk infrastruktur, pembangunan lahan persawahan 60 ribuan hektar di Food Estate Kalteng, tadi ada Wagub-nya di sini. Saya sampaikan teman-teman di Kapuas Murung, Tamban Catur dan Sumba melaksanakan arahan Kementan,” kata Menko Luhut saat menyapa petani dan penyuluh secara daring melalui Agriculture War Room (AWR) Kementan, , Jumat (18/3/2022).

Menurutnya, ketersediaan infrastruktur yang baik maka secara tidak langsung akan berdampak baik pada peningkatan produksi. Misalnya, dari produksi gabah kering panen (GKP) hanya tiga ton dapat meningkat menjadi empat ton, lalu naik lagi ke lima ton, bahkan berpeluang meningkat jadi tujuh ton.

“Kalau sudah ada infrastruktur dan irigasi, kita tinggal berupaya meningkatkan produktivitasnya saja. Jadi tolong dari PUPR, ikuti saja apa yang dikerjakan Kementan, karena mereka yang tanam,” kata Luhut didampingi Mentan Syahrul di AWR yang dipandu Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi saat menyapa petani dan penyuluh.

Penegasan Menko Luhut disambut gembira petani dan penyuluh Kabupaten Kapuas, Kalteng. Mereka berkumpul di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kapuas Murung didampingi oleh Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati yang disertai penyuluh senior dan petani milenial Kapuas.

“BBPP Binuang sebagai pelaksana kegiatan tetap menjaga komitmen untuk mendukung tercapainya SDM pertanian yang berdaya saing, maju dan diri dan modern,” ujar Yulia.

Mentan Syahrul via AWR menambahkan bahwa kendala pelaksanaan eksentifikasi lahan Food Estate Kalteng, sejauh ini pada curah hujan tinggi serta belum tersedianya irigasi dan drainase yang berpengaruh pada jalannya pembuangan air di lahan persawahan.

“Ada 16 ribu lahan pada 2021 yang harus kita perbaiki. Kalau yang 30 ribu di 2020 kan sudah oke. Semua tergantung pada irigasi. Jadi sekali lagi, eksentifikasi di Blok A Dadahup harus kita kerjakan segera,” ungkap dia.

Kendati begitu, Menko Luhut mengapresiasi Kementan di bawah komando Mentan Syahrul karena berhasil meningkatkan produksi padi nasional dari food estate.

“Kalau kita bisa bikin (irigasi) yang 60 ribu hektar, kemudian hasilnya bisa enam ton, wah ini baik sekali untuk rakyat. Ini juga legacy buat kita bahwa selama ini kita kerja, yang penting penting jalan. Karena itu, hari ini kita pastikan yang 16 ribu hektar itu jadi, makanya PUPR bantu Kementan, segera bangun irigasinya agar petani bisa menanam,” terang Luhut.

Sementara Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluh dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menjelaskan tentang Lima Fungsi AWR Kementan kepada Menko Luhut.

“Lima Fungsi AWR yakni pusat data dan informasi pertanian; pusat gerakan pembangunan pertanian; pusat pembelajaran; pusat konsultasi agribisnis dan pusat jejaring kerjasama dengan stakeholders,” kata Dedi. Bantolo

Related articles

Recent articles