21.2 C
New York

Dukung Food Estate Kalteng, SDM Pertanian Kapuas Komitmen Genjot Produktivitas

Published:

Agrofarm.co.id-Sejumlah petani dan penyuluh Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah antusias mengikuti dialog interaktif melalui Agriculture War Room (AWR) dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar dan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, yang didampingi Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi.

Insan pertanian Kapuas tersebut berkumpul di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kapuas Murung dipimpin oleh Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati yang didampingi penyuluh senior dan petani milenial Kapuas.

“Saya lihat sekarang produksi padi naik lima hingga enam ton per hektar, yang tadinya cuma tiga sampai empat ton per hektar (lokasi food estate). Itu sebabnya dari laporan data BPS [Badan Pusat Statistik] masalah beras tidak kurang,” ungkap Menko Marves Luhut, Jumat (18/3/2022).

Dia menambahkan bahwa Pemerintah RI akan menyediakan bibit unggul untuk kawasan Food Estate Kalteng dan Sumba di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) agar pendapatan petani meningkat, sehingga tingkat kemiskinan turun dan petani tambah sejahtera.

“Itu pesan Presiden Joko Widodo kepada saya, pokoknya pertanian harus didorong, makanya saya datang ke tempatnya Mentan Syahrul. Pak Syahrul saya kira habis-habisan membantu membuat program untuk mensejahterakan petani,” kata Luhut.

Sementara itu, Mentan menambahkan, produksi padi memang menjadi program prioritas selama dua tahun ini. Terbukti, meski Indonesia menerjang badai pandemi yang sangat dahsyat, sektor pertanian tetap tumbuh dengan baik.

“Dalam dua tahun ini, kami konsentrasikan kerja kami pada ketahanan pangan, khususnya padi. Dua tahun ini yang lain turun, hanya pertanian yang tumbuh. Ekspor kita naik terus, bahkan sampai Rp625,04 triliun atau naik 38,68 persen,” jelas Mentan.

Dia menambahkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) Indonesia selama dua tahun ini juga tumbuh bahkan tembus 108,83. “Ini hanya terjadi jaman orde baru. Itulah kerja kita semua pakai data,” ujar Mentan.

Sementara Dedi Nursyamsi selaku Badan Penyuluh dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menjelaskan tentang Lima Fungsi AWR Kementan kepada Menko Luhut.

Lima Fungsi AWR yakni pusat data dan informasi pertanian; pusat gerakan pembangunan pertanian; pusat pembelajaran; pusat konsultasi agribisnis dan pusat jejaring kerjasama dengan stakeholders.

BBPP Binuang

Sementara di Kapuas, Yulia Asni Kurniawati selaku Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang berkomitmen meningkatkan kapasitas dan kompetensi petani dan penyuluh Kalimantan, khususnya kawasan Food Estate Kalteng seperti diharapkan Presiden RI Joko Widodo yang disampaikan Menko Luhut via AWR.

“BBPP Binuang sebagai pelaksana kegiatan tetap menjaga komitmen untuk mendukung tercapainya SDM pertanian yang berdaya saing, maju dan diri dan modern,” ucap Yulia AK.

Menurutnya, sehari sebelum video conference (Vcon) di AWR dengan Menko Luhut, Kamis (17/3) BBPP Binuang menutup Pelatihan Tematik Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Angkatan V selama lima hari, 15 – 17 Maret 2022 yang dipusatkan di BPP Kapuas Barat dan diikuti 30 petani.

“Tujuannya, mengajak dan membimbing petani memanfaatkan musuh alami tanaman dengan mengubah paradigma pemberantasan ke Pengendalian Hama Terpadu atau PHT dan Pengendalian Penyakit Terpadu disingkat PPT,” terang dia.

Sebelumnya pekan lalu, selama tiga hari, 10 – 12 Maret, BBPP Binuang menggelar Pelatihan Tematik Berbasis Korporasi yang dipusatkan di BPP Pulau Petak. Peserta 30 petani milenial dari empat kecamatan: Pulau Petak, Kapuas Murung, Kapuas Barat dan Mantangai.

“Mengingat lahan ekstensifikasi di apuas, lokasi food estate, luasnya 15 ribu hektar, tentu memerlukan upaya serius untuk mengelolanya agar dapat dimanfaatkan untuk proses produksi pertanian serta reklamasi yang dilakukan tepat sesuai dengan kondisi lahan,” katanya. Bantolo

Related articles

Recent articles