21.2 C
New York

Percepat Mekanisasi Pertanian, Kementan Luncurkan Taksi Alsintan pada 2022

Published:

Agrofarm.co.id-Guna mempercepat mekanisasi di sektor pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan program Taksi Alsintan. Targetnya 2022 mampu menyalurkan 1.000 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) ke petani.

Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil mengungkapkan, program ini bertujuan percepatan mekanisasi sektor pertanian. “Saat ini kita kekurangan alsintan,” ujar dia dalam acara Konferensi Pers Kinerja Tahunan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Senin (27/12/2021).

Ali Jamil menjelaskan ide program lahir dari Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo ketika menjabat kepala daerah. “Mentan mempunyai ide dan pengalaman ketika menjadi Bupati Gowa, alsintan itu disewakan seperti Taksi Blue Bird atau Presiden Taksi,” kata dia.

Kemudian program ini juga telah disetujui oleh Presedin Joko Widodo (Jokowi), meski program Tasi Alsintan baru bergulir tahun depan.Program ini telah disampaikan Menteri Pertanian ke Presiden. Taksi Alsin ini adalah bagimana masalisasi alsin kita yang notabene kalah jauh dengan Amerika dan Jepang,” kata Ali Jamil.

Dia menargetkan, program Taksi Alsintan mulai berjalan awal tahun depan. “Tahun 2022 mencapai 1.000 unit dan ini akan bergerak cepat,” ujar Ali Jamil.

Ali Jamil menargetkan satu kabupaten 2 unit. “Total 540 kabupaten, minimal ada 480 kabupaten memiliki sawah akan didorong menggunakan Taksi Alsintan, sehingga percepatan mekanisasi kita bisa melonjak ke level 10, dari sekarang di bawah level 5,” jelas dia.

Program ini tidak dibiayai oleh APBN, namun melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Himpunan Bank Negara (Himbara) seperti BRI, Bank Mandiri dan BNI komitmen membiayai program Taksi Alsintan melalui KUR,” ujar Ali Jamil.

Sebelumnya, Kementan mempunyai program Unit pengelola jasa alsintan (UPJA) yang dibiayai APBN dan Brigade Alsintan dikelola oleh DInas Kabupaten. “Apabila UPJA ingin meningkatkan alatnya itu bisa dibantu KUR, namun Taksi Alsintan sepenuhnya dari KUR,” jelas dia.

Dalam perhitungan Ali Jamil, satu unit Taksi Alsintan mengcover area 150 hektare, dengan biaya senilai Rp1,8 miliar. Taksi Alsintan berupa traktor roda dua, traktor roda empat, pompa, combine harvester dan pipa air.

Menurut dia, Taksi Alsintan bisa dimanfaatkan oleh siapa pun. “Setiap orang bisa masuk investasi traktor roda dua atau DP dan operasikan disitu,” ujar dia.

Untuk memesan Taksi Alsintan ini mudah dengan meggunakan aplikasi atau telepon langsung ke kantor. “Jadi orang bisa pesan pakai android atau telepon, besok mau mengolah lahan seluas sekian hektare, butuh traktor roda dua, roda empat dan combine harvester mau panen,” ungkap Ali Jamil. Bantolo

Related articles

Recent articles