21.2 C
New York

Bisnis Peternakan Kelinci Hias Masih Menjanjikan

Published:

Agrofarm.co.id-Asep Sutisna rela meninggalkan pekerjaannya sebagai fotografer unuk menjadi peternak kelinci hias. Meski usahnya dihantam pandemi, Asep Rabbit panggilan akranya masih mempertahankan usahanya hingga kini.

Asep mengungkapkan, beternak kelinci hias pada awalnya hanya sekedar iseng-iseng. Namun belakangan memberanikan diri terjun menjadi peternak, karena pendapatan yang diperoleh dari usaha kelinci cukup menjanjikan.

“Awalnya iseng-iseng dari tahun 1992, akhirnya tahun 1995 kerjaan saya tinggal. Jadi fokus menggeluti ternak kelinci hias, sebelumnya saya tukang potret atau fotografer,” kata dia disela menerima kunjungan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan di Lembang Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat., Selasa (30/11/2021).

Menurut dia, potensi bisnis kelinci hias masih mennguntungkan. “Sampai sekarang kelinci masih bagus,” ujar dia.

Meskipun, kata dia, industri kelinci pedaging lebih menjanjikan ketimbang kelinci hias lantaran tingginya permintaan. “Permintaan daging kelinci untuk Jalan Raya Lembag saja 5-6 ton kita nggak ada barang. Peternaknya nggak ada. Sementara ini kita fokus dihias dulu,” kata Asep.

Guna memenuhi permintaan pasar dalam negeri untuk kelinci hias, Asep mengatakan harus membuat kelompok usaha ternak kelinci. “Kita punya kelompok kurang lebih 200 peternak yang menginduk ke sini,” jelas dia.

Dia menuturkan, sebelum pandemi Covid-19 penjualan kelinci hias lumayan besar. “Sebelum Covid-19 terjual 800 ekor anak per hari, sekarang turun. “Untuk penjualan sekarang seminggu sekali pengiriman ke Jabodetabek, dulu tiap hari, itu baru tipe lucu-lucuan,” kata Asep.

Bahkan, kelinci hiasnya sudah menembus pasar ekspor seperti ke Malaysia, Filipina, Singapore dan Thailand. “Kalau Malaysia rutin. Malah Malaysia kita setop dulu. Permintaan tinggi, kita nggak ada barang,” ujarnya.

Sementara itu, harga kelinci yang ia pasarkan beragam, dari kisaran Rp50.000 hingga harganya mencapai Rp7,5 juta per ekornya. “Harga tergantung jenis dan kualitas kelinci,” ujar dia. Bantolo

 

Related articles

Recent articles