Agrofarm.co.id-Kementerian Perindustrian proaktifmempromosikan keunggulan produk-produk industri nasional dari berbagai sektor di ajang pameran tingkat internasional. Pada perhelatan Expo 2020 Dubaimisalnya, di Paviliun Indonesia menampilkan beragam produk industri kecil dan menengah (IKM) yang kompetitif dan inovatif.
Sebanyak16 pelaku IKM mendapatkan fasilitas untuk ikut serta dalam pameran bergengsi tersebut. Mereka adalahpara peserta program peningkatan kapasitas yang diinisiasi olehDirektorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka(IKMA) Kemenperin.
Para pelaku IKM iniberasal dari sektor fesyendan aksesoris,kosmetik,makanan dan minuman, serta pelakustartupyang menyediakan solusi teknologi bagi IKM. Produk yang ditampilkan sebagian besar memiliki sertifikat halal dan berstandar internasional, kata Plt. Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita di Jakarta, Senin (1/11/2021).
Plt. Dirjen IKMAberharap, melalui partisipasi padaExpo 2020 Dubai, para pengunjung dari berbagai negara mendapatkan informasi dan pengalaman tentang produk IKM Indonesia yang berkualitas. Selain itu, membuka peluang IKM tersebut memperluas pasar ekspornya.
Bahkan, kami optimistis, akan ada investor potensial yang tertarik untukkerja sama dengan pelaku IKMkita melalui forum bisnis yang telah disiapkan, ungkap Reni. Salah satu sektor yang cukup prospektif, yakni IKM fesyen muslim.
Menurutnya,Indonesia memiliki peluang besar untuk pengembangan industri fesyen muslimkarenamayoritas penduduknyaadalah muslim dan total konsumsi domestik fesyen muslim yangmencapai USD6 miliar. Kondisi ini pula yang membuat Indonesia berhasil menjadi negara ketiga terbaik dalam mengembangkan industri fesyen muslimnya, setelah Uni Emirat Arab dan Turki, sebutReni.
Lebih lanjut, selama ini IKM telahberperan besar dalam membangkitkan kembali produktivitas sektor industri tekstil dan produk tekstil(TPT), meskipun di tengah hantaman dampak ekonomi global khususnya pandemi Covid-19. Pada kuartal II tahun 2021,industri TPTmasih tumbuh positif sebesar4,54%. Bahkan,total nilai ekspor TPTtelah menembusUSD6,93 miliarsepanjang Januari-Juli 2021.
IKM kita telah mampu memproduksi berbagaiproduk fesyen yang inovatif dari beragam bahan baku dan material, warna, teknik pembuatan, hingga desain yang menarik, seperti yang ditampilkan di pameran Expo 2020 Dubai ini, imbuhnya.
Guna mendorong lebih banyak desainer dan pelaku IKMfesyen muslim yang dapat menghasilkan produk berkualitas, Ditjen IKMA Kemenperin telah menyelenggarakan program Modest Fashion Project(MOFP) setiap tahun. MOFP menjadi wadah pengembangan ekosistem desainer fesyen muslim agar berdaya saing unggul. Kami berkolaborasi dengan banyak pakar bisnis fesyen untuk membuat program pembinaan yang mendorong para perancang busana muslim agar bisa mengembangkan bisnisnya, ujarReni.
Tak hanya sektor fesyen muslim, Ditjen IKMA Kemenperin juga terus mendukung pengembangan IKMkosmetikyang bersaya saing global. Dari total 760 industri kosmetik di Indonesia, 95% merupakansektorIKM. Artinya, IKM kosmetik punya peran besar dalam berkontribusi pada perekonomian nasional.
Terdapat beberapa peluang yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku IKM untuk mengembangkan sektorkosmetik ini, di antaranya berupa tren kosmetik halal yang terus meningkat, melimpahnya sumber daya alam bahan pembuatan kosmetik yang berhubungan dengan gerakan back to nature, maraknya produk kosmetik bagi anak-anak dan pria, serta beragam perayaan hari raya muslim yang bisa dijadikan kesempatan bagi IKM untuk menggenjot penjualannya, papar Reni.
Agar IKM bisa memanfaatkan peluang tersebut, Ditjen IKMA Kemenperin konsisten memfasilitasiIKM melalui beragamprogrampelatihan pengembangan teknologi, inovasi, hingga promosi dan pemasaran. Kami juga mendorong kerja sama industri kosmetik skala besar bermitra dengan industri antara dan pengemasan. Kerja sama ini dapat membantu IKM yang memproduksi barang setengah jadi, seperti minyak atsiri, menjadi produk akhir yang dapat dikonsumsi masyarakat, ungkapReni. irsa
