11.5 C
New York

Pemerintah Berupaya Tingkatkan Mutu dan Daya Saing Produk Karet Alam

Published:

Agrofarm.co.id-Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga berkomitmen mendorong ekspor produk karet alam Standard Indonesia Rubber (SIR) ke pasar global.

Salah satunya dengan terus berupaya meningkatkan produktivitas dan mutu melalui penerapan SNI 1903:2017 dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 26 tahun 2021 tentang Penetapan Standar Kegiatan Usaha dan Produk pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Perdagangan.

Hal itu disampaikan Direktur Standardisasi dan Pengendali Mutu Dyah Palupi saat menjadi pembicara dalam forum bisnis bertema Ekspor Karet di Masa Pandemi, Tantangan Sustainable trade, Produktivitas, dan Mutu secara virtual.Forum bisnis tersebut merupakan rangkaian dari Trade Expo Indonesia Digital Edition (TEI-DE) 2021.

“Pemerintah terus berupaya meningkatkan mutu dan daya saing produk karet alam SIR, antara lain dengan menerapkan SNI 1903:2017 dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 26 tahun 2021. Kedua peraturan tersebut diharapkan dapat meningkatkan mutu karet alam SIR sehingga berdampak pula pada kesejahteraan petani karet alam di daerah sentra produksi,” ujar Dyah dalam keterangan resminya, Kamis (04/11/2021).

Dyah mengungkapkan, SNI 1903:2017 menggantikan SNI 1903:2000. Dalam SNI 1903:2017, kadar kotoran untuk produk karet SIR 10 menjadi 0,08 dan produk karet SIR 20 menjadi 0,16 setelah sebelumnya pada SNI 1903:2000 kadar kotoran produk karet SIR 10 0,1 dan SIR 20 0,2.

Permendag Nomor 26 Tahun 2021 yang mengatur tentang ketentuan ekspor karet alam SIR menjelaskan kewajiban produsen karet SIR, yaitu eksportir produsen SIR yang akan melakukan ekspor harus mendapatkan tanda pengenal produsen (TPP) SIR terlebih dahulu.

“Saat ini,prosedur penerbitan TPP SIR sudah lebih disederhanakan. Penerbitan TPP SIR dapat dilakukan secara daring melalui portal simpktn.kemendag.go.idyang sekaligus terintegrasi dengan aplikasi pelaporan Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK),” jelas Dyah.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian,Dedi Junaedi menyebutkan sepuluhstrategi operasional peningkatan produksi dan nilai tambah karet.Pertama,pemetaanlahan utama, andalan, dan pengembangan. Kedua, sertifikasi kebunrakyat dan izin usaha perkebunan (IUP) karet.

Ketiga, pembangunan kebun benih sumber dan nurserybenih karet. Keempat, peningkatan ketersediaan secara enam tepat, yaitu jenis, jumlah, mutu, cara, harga, dan waktu. Kelima, bantuan sarana pestisida di lokasi endemis organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Keenam, bantuan alat mesin pertanian pascapanen dan olahan karet, serta pengembangan alat mesin pertanian berskala ekonomi.

Ketujuh, pengembangan Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB). Kedelapan, pengembangan pemasaran digital karet dan promosi ekspor karet. Kesembilan, pelatihan atau magang.

Terakhir, investasi atau kredit usaha rakyat (KUR).Project Director Sustainable Natural Rubber Platform of Indonesia (SNARPI) Widyantoko Sumarlin mengatakan, saat ini, negara-negara di duniasudah mulai memasuki pemulihan di bidang industri. Hal itu ditandai denganpertumbuhan produksi ban secara kumulatif di Tiongkok pada semester I 2021 sebesar 1,21 persen.

Selain itu, penjualan ban di AmerikaSerikatdiproyeksikanmencapai 336 juta unit pada 2021.Direktur Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Erwin Tunas menuturkan,para pelaku usaha karet perlu melaksanakan evaluasi produksi yang mampu menghasilkan SIR sesuai SNI 1903:2017.

Selain itu, perusahaan crumb rubberharus memiliki daftar peralatan produksi dan peralatan uji laboratorium sesuai Permendag Nomor 26 Tahun 2021, serta kualifikasi dan kompetensi sesuai SNI ISO 9001.Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, pada periode JanuariAgustus 2021 nilai ekspor karet alam meningkat 42,38 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan adanya kenaikan harga komoditas karet di pasar global.

Sementara pada 2020,total ekspor karet alam Indonesia tercatat sebesar USD 3,01 miliar. Negara tujuan ekspor karet alam Indonesia, antara lain Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, India, Korea Selatan, Turki, Kanada, dan Brasil.Adapun sentra karet alam Indonesia berada di SumatraSelatan, Sumatra Utara, Jambi, Sumatra Barat, Lampung, Bengkulu, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Dian

Related articles

Recent articles