11.5 C
New York

Jokowi Setop Ekspor CPO, Ini Tanggapan GAPKI

Published:

Agrofarm.co.id-Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana menghentikan ekspor produk bahan mentah crude palm oil (CPO).

“Sawit juga sama. Suatu titik nanti setop yang namanya ekspor CPO,” kata dia padaacarapengarahannya kepada peserta Program PPRA LXII dan PPSA XXIII 2021 Lembaga Ketahanan Nasional di Istana Negara, Jakarta,Rabu (13/10/2021).

Jokowi mendorong produk kelapa sawit mentah bisa diolah menjadi produk hilir yang memiliki nilai tambah tinggi. “Harus jadi kosmetik, harus jadi mentega, harus jadi biodiesel, dan turunan-turunan lainnya,” jelas Kepala Negara,

Jokowi mengatakan, Indonesia harus memiliki keberanian untuk menghentikan ekspor bahan mentah, meskipun terdapat potensi gugatan hingga ke Organisasi Perdagangan Internasional (WTO). “Sekali lagi, harus punya keberanian.Jangan sampai kita grogi, gara-gara kita digugat di WTO,” tandas dia.

Untuk itu, Jokowi memintapemerintahmenyiapkan pengacara-pengacara internasional handal jika Indonesia digugat karena menghentikan ekspor bahan mentah.

“Ya disiapkan lawyer yang kelas-kelas internasional, juga enggak kalah kita.Inilah yang dalam proses semuanya kita siapkan untuk mengintegrasikan apa yang kita cita-citakan, ” terang dia.

Ketua Bidang Komunikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Tofan Mahdi mengatakan, ekspor sawit Indonesia dalam bentuk CPO saat ini sudah sangat kecil. Berdasarkan data GAPKI, sekitar 61% dari total ekspor sawit sudah dalam bentuk olahan.

“Di tahun 2020, ekspor sawit Indonesia sebesar 34 juta ton. Itu ekspor CPO hanya 7,71 juta ton. Sebagian besar sudah dalam bentuk olahan CPO atau turunan satu tingkat dari CPO yang sudah mencapai 21,1 juta ton atau 61%. Kemudian dalam bentuk produk oleokimia sudah mencapai 3,87 juta ton,” jelas dia dalam Market Review IDX Channel. Bantolo

Related articles

Recent articles